Daya Motor

2 Masalah Besar Hantam Desa Seda Kuningan, Petani Rugi dan Pembangunan Terancam

2 Masalah Besar Hantam Desa Seda Kuningan, Petani Rugi dan Pembangunan Terancam

Persoalan pertanian dan keterbatasan anggaran pembangunan menjadi aspirasi utama masyarakat Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, saat kegiatan pengawasan Anggota DPRD Jawa Barat Toto Suharto.-Agus Panther-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pedesaan mencuat saat kegiatan pengawasan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Toto Suharto SFarm Apt, di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan.

Dalam pertemuan tersebut, warga dan pemerintah desa menyampaikan sejumlah persoalan mendesak, mulai dari serangan hama liar yang merusak lahan pertanian hingga dampak pemangkasan Dana Desa terhadap pembangunan.

Aspirasi yang disampaikan menjadi perhatian karena sebagian besar masyarakat Desa Seda menggantungkan hidup dari sektor pertanian. 

Kondisi tersebut membuat kerusakan lahan akibat satwa liar berdampak langsung terhadap perekonomian warga.

BACA JUGA:3 Pegawai Dinkes Majalengka Terancam Sanksi, Dugaan Penipuan MBG dan Penggelapan Mobil

Perwakilan Pemerintah Desa Seda mengaku bersyukur desanya akhirnya mendapat kunjungan langsung anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. 

Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini belum mendapatkan solusi optimal.

"Mayoritas masyarakat kami sekitar 90 persen bekerja sebagai petani. Mudah-mudahan melalui silaturahmi ini berbagai persoalan desa bisa mendapat perhatian sehingga membawa manfaat bagi kemajuan Desa Seda," ujarnya.

Hama Babi Hutan dan Monyet Jadi Ancaman Petani

BACA JUGA:Adaptasi Kilat Balsa Sekulic di Persib, Siap Tampil Perdana di Hadapan Bobotoh

BACA JUGA:Bapenda Ungkap Fakta Terbaru Pajak Daerah Cirebon, Masih Kurang Rp198 Miliar dari Target

Persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga adalah serangan hama babi hutan dan monyet ekor panjang yang hampir setiap musim merusak tanaman pertanian.

Berbagai komoditas unggulan seperti singkong, ubi jalar, jagung hingga tanaman pangan lainnya kerap menjadi sasaran satwa liar tersebut. 

Akibatnya, hasil panen petani terus menurun dan menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: