Daya Motor

Densus 88 Ungkap Indikasi Radikalisme Pelajar Cirebon, Orang Tua Diminta Waspada

Densus 88 Ungkap Indikasi Radikalisme Pelajar Cirebon, Orang Tua Diminta Waspada

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto SPd MM.-Samsul Huda-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Ancaman penyebaran paham radikalisme kini tidak lagi hanya menyasar orang dewasa. 

Pelajar pun menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian serius di tengah masifnya penggunaan gawai dan game online.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon mengungkap adanya informasi dari Densus 88 Antiteror mengenai sejumlah siswa yang terindikasi terpapar paham radikalisme. 

Dugaan sementara, paparan tersebut berawal dari aktivitas bermain game di telepon genggam yang mengandung unsur kekerasan dan permusuhan terhadap aparat negara.

BACA JUGA:Pelantikan Direksi dan Dewas BUMD Kota Cirebon Hari Ini, PDAM Masih Tunggu Lampu Hijau Kemendagri

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto SPd MM, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah pencegahan setelah menerima informasi tersebut. 

Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan handphone dan aktivitas digital siswa harus menjadi perhatian bersama.

"Kami mendapatkan informasi dari Densus 88 Antiteror bahwa ada sejumlah siswa yang terindikasi terpapar paham radikalisme. Informasi awal menyebutkan hal itu diduga berawal dari kebiasaan anak-anak bermain game di handphone," ujar Ronianto saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, permainan yang dimaksud mengusung tema penggunaan senjata dengan target aparat negara. 

BACA JUGA:Kepercayaan Publik ke Prabowo Turun, Dasco Ungkap Langkah Evaluasi Pemerintah

BACA JUGA:42 Ribu Kendaraan Menunggak Pajak di Kota Cirebon, Hasil Operasi KTMDU Bikin Kaget

Konten seperti itu dikhawatirkan dapat memengaruhi pola pikir anak-anak sehingga memunculkan sikap permusuhan terhadap aparat sejak usia dini.

Menurut Roni, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. 

Meski hanya berupa permainan digital, paparan konten yang terus-menerus berpotensi membentuk cara pandang yang keliru apabila tidak disertai pendampingan dari orang tua maupun guru.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait