Daya Motor

SIGAP, Gagasan Transformasi Kepemimpinan Pembelajaran Berbasis Data di SMPN 1 Cirebon

SIGAP, Gagasan Transformasi Kepemimpinan Pembelajaran Berbasis Data di SMPN 1 Cirebon

GAGASAN: Seminar dan Sosialisasi SIGAP digelar di Ruang Pertemuan SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Kamis (13/8/2026).-ist-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Peserta Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) 2026, Asep Syaefurrachman SAg MPdI mengembangkan Sistem Informasi Gerak Awal Pendampingan Murid (SIGAP) sebagai gagasan transformasi kepemimpinan pembelajaran berbasis data di SMP Negeri 1 Kota Cirebon.

Gagasan tersebut diperkenalkan melalui Seminar dan Sosialisasi SIGAP yang digelar di Ruang Pertemuan SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Kamis (13/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan Pembelajaran Berbasis Data untuk Deteksi Dini dan Pendampingan Murid melalui SIGAP.”

Kepala SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Lilik Agus Darmawan SPd MM turut mendukung pengembangan SIGAP agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Seminar diikuti 41 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pendampingan murid membutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Tegaskan Rumah Layak Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Asep menjelaskan, SIGAP berangkat dari kebutuhan untuk mengenali perubahan kondisi murid sejak dini. Selama ini, informasi mengenai perkembangan siswa sebenarnya tersedia dari berbagai sumber, seperti guru mata pelajaran, wali kelas, guru BK, data kehadiran, hasil belajar, tugas, hingga catatan perkembangan.

Namun, informasi tersebut masih tersebar sehingga belum selalu mudah dibaca sebagai pola perubahan yang dapat segera ditindaklanjuti.

Melalui SIGAP, sekolah didorong untuk mengubah pola kerja dari sekadar menunggu munculnya masalah menjadi lebih proaktif dengan mengenali perubahan, memahami kondisi, memberikan pendampingan, serta melakukan pemantauan.

Dalam seminar, peserta diperkenalkan dengan alur SIGAP yang meliputi Data, Deteksi, Verifikasi, Penentuan Kebutuhan, Action Plan, Pendampingan, Monitoring, Refleksi, dan Tindak Lanjut.

BACA JUGA:Target Fantastis Prabowo: 2 Juta Motor Listrik Diproduksi, Ada Gagasan Tukar Tambah

Asep menekankan, penggunaan data harus dilakukan secara bijak. SIGAP tidak ditujukan untuk memberikan label kepada murid maupun menggantikan pertimbangan profesional guru. Data hanya menjadi informasi awal yang harus diverifikasi dan dipahami berdasarkan kondisi murid secara utuh.
Karena itu, SIGAP mengusung tiga prinsip utama, yakni “Data Bukan Label”, “Deteksi Bukan Diagnosis”, dan

“Teknologi Bukan Pengganti Pertimbangan Profesional.”
Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, pengenalan dan simulasi SIGAP, diskusi, serta tanya jawab. Peserta memberikan masukan terkait penggunaan data murid, proses verifikasi, pembagian peran, hingga mekanisme pendampingan dan monitoring.

Menurut Asep, masukan tersebut penting untuk memastikan SIGAP tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga relevan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.

Hasil seminar menunjukkan peserta memperoleh pemahaman awal mengenai tujuan, manfaat, dan alur kerja SIGAP. Sejumlah masukan juga dihimpun untuk penyempurnaan sistem, terutama terkait alur kerja, pembagian kewenangan, penggunaan data, verifikasi, dan tindak lanjut pendampingan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait