BGN Bongkar Langkah Baru Cegah Keracunan MBG, 1.300 SPPG Sudah Ditutup
Kepala BGN Sudaryono mengatakan bahwa pemeriksaan makanan tidak cukup hanya mengandalkan pengamatan secara langsung.-Dok. Disway-
RADARCIREBON.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul sejumlah kasus keamanan pangan, termasuk insiden keracunan yang terjadi di Berastagi, Sumatera Utara.
Salah satu langkah yang kini dipertimbangkan adalah penggunaan test kit di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Alat tersebut nantinya digunakan untuk membantu memastikan makanan yang akan disalurkan kepada penerima MBG berada dalam kondisi aman.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pemeriksaan makanan tidak cukup hanya mengandalkan pengamatan secara langsung, seperti melihat warna, mencium aroma, atau mencicipi makanan.
BACA JUGA:Pinjol Legal OJK Bunga Rendah Agustus 2026 Cair 5 Menit, Ini yang Perlu Dicek Sebelum Mengajukan
Hal itu disampaikannya pada Selasa, 18 Agustus 2026.
BGN Pertimbangkan Test Kit untuk Cegah Keracunan MBG
Menurut Sudaryono, penggunaan test kit menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji BGN untuk memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan di dapur SPPG.
Selama ini, pemeriksaan secara organoleptik dilakukan dengan mengandalkan pancaindra.
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Truk Terbakar di Beber, Api Muncul dari Bawah Mesin
BACA JUGA:Calvin Verdonk Berpeluang Pecahkan Rekor Pemain Indonesia di Liga Champions
Namun, metode tersebut dinilai belum cukup untuk mendeteksi seluruh potensi kontaminasi makanan.
"Keracunan ini bukan hanya misalnya dicek organoleptik tadi di bau, di rasa, dicicipi. Sudah di bau nggak ada masalah, dicicipi juga nggak ada persoalan, akhirnya dikonsumsi. Jadi ini sedang kami pertimbangkan untuk kemudian di setiap dapur itu nanti kita lakukan test kit," kata Sudaryono.
Melalui test kit, makanan dapat diperiksa menggunakan bahan kimia tertentu untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan atau kondisi yang berisiko terhadap kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

