KAI Daop 3 Cirebon Ingatkan Warga Waspada Penipuan Tiket Online Bermodus PayLater
KAI Daop 3 Cirebon Ingatkan Masyarakat Waspada Modus Penipuan Tiket Online Manfaatkan PayLater-Istimewa-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 CIREBON mengimbau masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan dalam transaksi tiket kereta api secara online, khususnya penipuan yang memanfaatkan fasilitas PayLater milik korban.
modus penipuan tersebut dilakukan dengan cara pelaku membujuk korban yang sangat ingin melakukan perjalanan menggunakan kereta api untuk melakukan pembelian tiket dengan fasilitas PayLater sehingga pembayaran dapat dilakukan secara bertahap.
Dalam transaksi tersebut, korban diarahkan untuk melakukan pembelian tiket dengan fasilitas PayLater tetapi dengan menggunakan identitas pelaku. Setelah tiket berhasil terbit, pelaku kemudian melakukan pembatalan tiket melalui aplikasi Access by KAI.
Selanjutnya, dana pengembalian atau refund atas pembatalan tiket tersebut masuk kepada pelaku, sementara kewajiban pembayaran cicilan PayLater tetap melekat pada akun korban sebagai pemilik fasilitas pembayaran.
BACA JUGA:Warning BMKG, Megathrust bisa Terjadi di Selat Sunda, Berkekuatan 8,9 Magnitudo dan Potensi Tsunami
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan korban mengalami kerugian finansial karena harus tetap membayar cicilan atas transaksi yang manfaat refund-nya justru diterima oleh pihak lain.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan atau meminta bantuan pembelian tiket dengan menggunakan fasilitas PayLater pribadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati apabila ada pihak yang meminta menggunakan fasilitas PayLater untuk membeli tiket kereta api, terlebih apabila tiket tersebut menggunakan identitas orang yang meminta bantuan. Masyarakat perlu memahami bahwa transaksi PayLater tetap menjadi tanggung jawab pemilik akun, sehingga jangan sampai fasilitas tersebut digunakan pihak lain dan kemudian menimbulkan kerugian bagi pemiliknya,” ujar Muhibbuddin.
Menurut Muhibbuddin masyarakat perlu memahami bahwa fasilitas PayLater merupakan metode pembayaran yang menimbulkan kewajiban pembayaran kepada pemilik akun sesuai dengan ketentuan penyedia layanan. Oleh karena itu, setiap transaksi menggunakan PayLater harus dilakukan secara hati-hati dan atas pertimbangan pemilik akun sendiri.
BACA JUGA:6 Tanaman Depan Rumah Menurut Feng Shui, Bawa Chi Positif, Kemakmuran, Keberuntungan dan Keseimbangan
“Masyarakat jangan hanya memastikan tiket berhasil dibeli. Perlu diperhatikan juga siapa yang menjadi penumpang, siapa yang menguasai tiket, siapa yang dapat melakukan pembatalan, serta ke mana dana refund akan dikembalikan. Apabila seluruh proses tersebut berada di tangan pihak lain, sementara kewajiban cicilan berada pada kita, tentu risikonya sangat besar,” jelasnya.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan akses akun, kode OTP, PIN, password, maupun informasi keamanan lainnya kepada pihak lain. Pengguna juga disarankan melakukan transaksi tiket secara mandiri melalui kanal resmi KAI dan memastikan seluruh data perjalanan telah sesuai sebelum menyelesaikan pembayaran.
Selain itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap berbagai tawaran di media sosial maupun aplikasi pesan instan yang meminta bantuan pembelian tiket dengan iming-iming keuntungan tertentu. Masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru melakukan transaksi sebelum memastikan identitas dan tujuan pihak yang meminta bantuan tersebut.
Muhibbuddin menambahkan, apabila seseorang terlanjur menjadi korban modus tersebut, korban perlu segera mengamankan dan mengumpulkan seluruh bukti transaksi, mulai dari bukti pembayaran, riwayat transaksi PayLater, detail tiket, bukti pembatalan, bukti refund, hingga percakapan dengan pihak yang meminta pembelian tiket.
BACA JUGA:Disdagin Cirebon Dorong Dapur MBG Belanja di Pasar Tradisional
“Apabila masyarakat merasa menjadi korban penipuan, segera simpan seluruh bukti transaksi dan komunikasi dengan pelaku. Bukti tersebut penting untuk membantu proses pengaduan maupun pelaporan kepada pihak yang berwenang. Yang tidak kalah penting, jangan memberikan akses akun atau kode keamanan kepada siapa pun,” kata Muhibbuddin.
KAI Daop 3 Cirebon terus mengajak masyarakat untuk menjadi pengguna layanan transportasi kereta api yang cerdas, termasuk dalam melakukan transaksi secara digital. Kehati-hatian dalam menggunakan fasilitas pembayaran digital menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya kerugian akibat penyalahgunaan transaksi.
KAI Imbau Masyarakat Terapkan 5 Langkah Aman Untuk menghindari menjadi korban penipuan serupa, KAI Daop 3 Cirebon mengimbau masyarakat untuk Tidak meminjamkan fasilitas PayLater kepada orang lain untuk melakukan transaksi yang tidak berada dalam kendali pemilik akun, Waspada apabila pembelian tiket menggunakan PayLater pribadi tetapi identitas penumpang merupakan milik orang lain, Tidak memberikan OTP, PIN, password, atau kode keamanan kepada pihak mana pun, Melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi KAI dan memeriksa kembali seluruh detail transaksi sebelum pembayaran dan Menyimpan bukti transaksi dan percakapan apabila terdapat indikasi penipuan untuk keperluan pengaduan atau pelaporan.
KAI Daop 3 Cirebon menegaskan bahwa masyarakat perlu semakin cermat dalam melakukan transaksi digital. Kemudahan teknologi dan fasilitas pembayaran seharusnya memberikan manfaat, bukan justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merugikan orang lain.
BACA JUGA:Peringatan Maulid Nabi di Tajug Al Mawaddah, Jamaah Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
“Jangan mudah tergiur dengan permintaan bantuan yang mengharuskan kita meminjamkan fasilitas PayLater. Pastikan setiap transaksi dilakukan dengan kesadaran dan kendali kita sendiri. Jangan sampai karena ingin membantu orang lain, justru kita yang harus menanggung cicilan dan kerugiannya,” pungkasnya. (abd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


