Nana: Dorong Pendidikan Politik, Tekankan Integritas dan Toleransi
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati SPd-Samsul Huda-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Politik kerap dianggap sebagai dunia yang penuh kepentingan. Tak sedikit anak muda akhirnya memilih menjaga jarak.
Padahal, setiap sendi kehidupan masyarakat bersinggungan dengan keputusan politik.
Demikian disampaikan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Nana Kencanawati SPd usai menghadiri Sekolah Demokrasi Caruban Nagari yang di gagas KPU Kabupaten Cirebon, di Ruang Nyimas Gandasari, Setda, Kabupaten Cirebon, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, pendidikan politik penting untuk membuka wawasan generasi muda. Pun meluruskan pandangan politik yang identik dengan sesuatu kurang baik.
"Banyak anak muda memilih menjauh dari politik karena menganggap dunia politik penuh kepentingan dan tidak berkaitan langsung dengan kehidupan mereka," kata Nana.
BACA JUGA:BBW Hadir Perdana di Cirebon, Bawa lebih dari 1 Juta Buku Internasional
Menurutnya, anggapan politik sebagai sesuatu yang “jahat” justru perlu diluruskan. Pendidikan politik, kata politikus Partai Gerindra itu, menjadi salah satu cara agar generasi muda memahami keputusan politik berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.
"Melalui pendidikan politik seperti ini, generasi muda bisa mendapat pencerahan bahwa politik itu tidak sejahat yang dikira," katanya.
Ia mencontohkan, yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni harga cabai.
Sekilas, harga cabai hanya persoalan pasar. Namun di balik pergerakan harga terdapat berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari produksi, distribusi hingga pengendalian harga pangan.
“Contohnya harga cabai. Itu juga merupakan hasil dari keputusan politik. Kalau generasi mudanya tidak peduli dengan politik, siapa lagi yang akan melanjutkan kepemimpinan dan memiliki wawasan politik yang luas?” terangnya.
BACA JUGA:Faber-Castell Sukses Gelar CFA Colouring di Cirebon, Asah Kreativitas Anak dan Orang Tua
Karena itu, ia mendorong generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Mereka perlu memahami bagaimana politik bekerja, sekaligus memiliki keberanian untuk bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
"Setidaknya ada dua nilai penting yang harus ditanamkan kepada generasi muda dalam kehidupan demokrasi, yakni integritas dan toleransi,” tuturnya.
Integritas, lanjut Nana, penting agar generasi muda memiliki kepedulian terhadap negara dan mau mengambil bagian dalam proses demokrasi, termasuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
"Jangan menganggap pemilu itu tidak penting. Generasi muda harus tahu pemilu yang sehat dan baik seperti apa, sehingga bisa membuat negeri kita menjadi lebih baik ke depannya," jelasnya.
BACA JUGA:PDIP Sentil Balik Wali Kota Cirebon: KPBU APJ Baru Rencana Saja Sudah Kami Tolak
Di sisi lain, toleransi menjadi modal penting karena demokrasi tidak pernah lepas dari perbedaan pilihan. Perbedaan warna politik, kata Nana, tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan.
Sebaliknya, perbedaan harus menjadi bagian dari proses pendewasaan dalam berdemokrasi. "Dalam berpolitik harus ada toleransi. Kita harus menghormati perbedaan. Bisa saja antar-generasi atau individu memiliki pilihan politik yang berbeda, dan itu harus kita hormati," pungkasnya. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


