Galodo Terjang Solok, Apa Arti, Pemicu dan Akibat yang Ditimbulkan?
Aktivitas warga pasca banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.-BPBD-
RADARCIREBON.COM – Galodo menerjang wilayah Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada tengah malam, Senin, 21 September 2026.
Bencana itu mengakibatkan putusnya akses jalan utama, dan kerusakan belasan kantor pemerintahan. Bahkan dikabarkan adanya korban jiwa dan luka-luka.
Bagi masyarakat yang tidak tinggal di Sumatera Barat, tentu sangat asing dengan istilah Galodo. Lalu sebenarnya apa Galodo itu?
Ternyata Galodo merupakan istilah dalam bahasa Minangkabau yang berarti banjir bandang atau banjir lahar dingin (lahar hujan).
BACA JUGA:20 Kasus Dibongkar, 40 Tersangka Diamankan: Curat Paling Dominan di Majalengka
BACA JUGA:Dugaan Penipuan Modus BPJS: 3 Warga Majalengka Lapor Polisi, Kerugian Rp11,2 Juta
Banjir itu datangnya secara tiba-tiba dari daerah pegunungan.
Karakteristik dari Galado adalah membawa air dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi.
Air itu menyeret lumpur, pasir, batu-batu besar, dan potongan kayu gelondongan dari hulu sungai.
Yang menyebabkan Galodo biasanya dipicu oleh curah hujan berintensitas sangat tinggi di kawasan lereng gunung atau hulu sungai.
BACA JUGA:Statistik Mentereng di Eropa, Ini Dia Rapor Dean James Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
BACA JUGA:Jalan Wahidin Cirebon Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp7,6 Miliar
Hal itu yang membuat tanah jenuh air dan mudah erosi.
Galodo mampu merusak fasilitas umum, rumah warga, hingga memutus akses jalan dalam waktu singkat. Bukan hanya itu, bencana tersebut juga mengancam nyama manusia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

