Daya Motor

Sidak Lapas Majalengka, DPRD Soroti Overkapasitas 358 Persen dan Ketersediaan Air

Sidak Lapas Majalengka, DPRD Soroti Overkapasitas 358 Persen dan Ketersediaan Air

Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi bersama anggota DPRD Majalengka Tita Juwita Hipdiah saat melakukan sidak ke Lapas Kelas IIB Majalengka.-Baehaqi-radarcirebon

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM - Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi bersama anggota DPRD Majalengka Tita Juwita Hipdiah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Kelas IIB Majalengka.

Dalam sidak tersebut, DPRD menyoroti persoalan overkapasitas hingga ketersediaan air di lapas.

Didi mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan pelayanan terhadap warga binaan berjalan sesuai standar dan tidak ada perlakuan khusus terhadap warga binaan tertentu.

"Kami ingin memastikan bahwa di Kabupaten Majalengka ini para petugas Lapas Kabupaten Majalengka memperlakukan warga binaannya dengan pelayanan yang sama," kata Ketua Dewan usai sidak, Selasa (29/9/2026).

BACA JUGA:3 Pemain Abroad Timnas Indonesia Ini Jadi 'Ranger Merah' di Laga Kontra Malaysia, Wajib Starter Lagi!

Didi bersama rombongan kemudian berkeliling melihat sejumlah fasilitas dan berbincang dengan warga binaan. Didi menyebut, secara umum pelayanan di Lapas Majalengka berjalan baik dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

"Kami tadi sudah keliling-keliling, tanya-tanya ke warga binaan. Di sini diperlakukan dengan baik. Kami juga melihat lingkungan, kesehatan, pelayanan kesehatannya. Semuanya alhamdulillah di sini sesuai dengan SOP," ujarnya.

Namun, Didi menemukan sejumlah persoalan, terutama terkait ketersediaan air dan kapasitas hunian. Menurutnya, fasilitas air di Lapas Majalengka masih perlu ditingkatkan.

"Hanya mungkin tadi kami lihat WC, air memang agak kurang. Di sini menggunakan air hasil penyulingan air irigasi," ucapnya.

BACA JUGA:Daftar Pemenang Disway Awards 2026: Mengukur Popularitas Brand Berbasis Riset Objektif

Didi berharap, ke depan tersedia sumur bor yang dapat memenuhi kebutuhan air di Lapas Majalengka. Terlebih, kondisi kemarau membuat ketersediaan air menjadi salah satu persoalan.

Selain persoalan air, Didi menyoroti kondisi hunian yang melebihi kapasitas. Berdasarkan hasil sidak, Lapas Majalengka saat ini dihuni 308 warga binaan, sedangkan kapasitasnya hanya 86 orang.

"Di Lapas ini tiap kamar melebihi kapasitas. Tapi ini bukan kesalahan para petugas, karena keadaan. Kamar tahanan di Lapas Majalengka sangat terbatas, sedangkan warga binaan sampai 308 orang, kapasitas sebetulnya hanya 86 orang," jelasnya.

Didi mengatakan, DPRD akan membicarakan persoalan tersebut lebih lanjut. Menurutnya, penanganan overkapasitas perlu menjadi perhatian karena kondisi serupa juga terjadi di sejumlah lapas lainnya.

BACA JUGA:Dikritik, Pembangunan Data Center AI di Jatiluhur, Bisa Ganggu Kebutuhan Air Warga Jakarta

Dia juga menyebut terdapat wacana relokasi Lapas Majalengka ke lokasi yang lebih luas. Namun, rencana tersebut masih perlu dibahas kembali bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka.

"Memang itu ada wacana. Saya belum berbicara lagi nanti dengan Pak Bupati, barangkali nanti mau dipindahkan," ujarnya.

Menurut Didi, jika relokasi belum dapat dilakukan, kapasitas Lapas Majalengka masih memungkinkan untuk ditingkatkan. Sebelumnya, kata dia, sudah ada 10 kamar yang ditingkatkan.

"Ini masih ada peluang untuk ditingkatkan kalau misalkan nanti dengan Pak Bupati tidak menyiapkan lahan untuk pindah ke tempat yang lebih luas," jelasnya.

BACA JUGA:6 Zodiak yang Diprediksi Punya Pekan Penuh Hoki, Taurus hingga Capricorn

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Majalengka Rian Firmansyah membenarkan persoalan overkapasitas tersebut. Dia mengatakan Lapas Majalengka saat ini dihuni 308 warga binaan dengan kapasitas 86 orang.

Rian mengatakan, rencana relokasi untuk pembangunan lapas baru belum terealisasi karena belum tersedia anggaran pembangunan.

"Untuk saat ini belum bisa terealisasi karena memang belum ada anggaran untuk pembangunan. Jadi untuk sementara, kita memaksimalkan apa yang ada di Lapas ini," kata Rian.

Meski dalam kondisi overkapasitas, Rian memastikan pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan kepada warga binaan maupun keluarga mereka.

BACA JUGA:Tabungan Rekening Harian vs Rekening Pokok: Begini Cara Membatasi Pengeluaran

"Walaupun hari ini Lapas Majalengka dihuni oleh 308 orang dengan kapasitas 86, tapi tidak membuat kami surut untuk tetap terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga binaan maupun keluarga warga binaan," ujarnya.

Rian mengungkapkan sebelumnya memang ada wacana penyediaan lahan untuk pembangunan Lapas Majalengka yang baru. Lahan tersebut berada di wilayah Kelurahan Cikasarung dengan luas lebih dari 2 hektare dan hampir mencapai 3 hektare.

"Memang dulu wacananya di zaman Pak PJ (PJ Bupati Majalengka). Itu lahan lebih kurang 2 hektare lebih, hampir 3 hektare. Daerahnya di Cikasarung," katanya.

Namun, pembangunan belum dapat dilakukan karena belum ada anggaran dari pemerintah pusat. Menurut Rian, lahan untuk pembangunan lapas pada prinsipnya dapat berasal dari hibah pemerintah daerah, sedangkan pembangunan dapat dilakukan oleh Kementerian.

BACA JUGA:Perlukah Upgrade ke Laptop AI 2026? Ini Fitur dan Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan

"Kita tidak menutup kemungkinan kita juga menerima hibah, bisa menerima hibah tanah dan bangunan dari pemerintah daerah juga. Tapi itu belum kita pertajam lagi terkait hal tersebut," jelasnya.

Riyan menyampaikan, lahan sekitar 2-3 hektare tersebut secara konsep dapat menunjang kebutuhan lapas baru, mulai dari blok hunian, sarana olahraga, perkantoran, rumah dinas hingga sarana pertanian dan asimilasi.

"Apalagi program Bapak Presiden kita saat ini sangat mendorong ketahanan pangan. Jadi Lapas ini pun harus bisa memberikan kontribusinya ke ketahanan pangan, minimal untuk bisa menghidupi dirinya sendiri," pungkasnya.(Bae)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait