Bukan Cuma Kuningan, BEM dan Mapala Majalengka Ikut Tolak Geothermal Ciremai

Bukan Cuma Kuningan, BEM dan Mapala Majalengka Ikut Tolak Geothermal Ciremai

Gunung Ciremai dari Desa Seda, Kabupaten Kuningan. -@tatang_rc-Instagram

RADARCIREBON.COM – Rencana pengembangan geothermal di kawasan Gunung Ciremai kembali mendapat penolakan. 

Aliansi BEM se-Majalengka bersama kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Majalengka ikut bergabung dalam aksi penolakan yang digelar di Kabupaten Kuningan, Senin (5/10/2026).

Kehadiran mahasiswa dan kelompok pecinta alam dari Majalengka memperkuat suara penolakan terhadap rencana pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Ciremai.

Mereka menilai persoalan Ciremai tidak bisa dilihat hanya dari batas administratif Kabupaten Kuningan. 

BACA JUGA:Serbu Promo 10.10! Jangan Asal Checkout, Ini Tips Berburu Gadget Murah

BACA JUGA:Demo Tolak Geothermal di Kuningan, Dialog Bupati - Peserta Aksi Sempat Memanas

Sebab, kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di wilayah sekitarnya, termasuk Majalengka dan Cirebon.

Mahasiswa Majalengka Soroti Fungsi Ciremai

Perwakilan Aliansi BEM se-Majalengka, Indra Lesmana, mengatakan masyarakat Majalengka memiliki hubungan erat dengan kawasan Gunung Ciremai, terutama dalam hal sumber air dan fungsi ekologis kawasan pegunungan.

Menurut Indra, mahasiswa Majalengka datang ke aksi tersebut karena memiliki kekhawatiran yang sama dengan masyarakat Kuningan dan Cirebon.

BACA JUGA:Gempa Bumi Sering Dikaitkan dengan Maksiat, Begini Pandangan Pakar Kebencanaan

"Kami dari Aliansi BEM se-Majalengka datang ke sini membawa kekhawatiran yang sama dengan masyarakat Kuningan dan Cirebon. Kami juga berada di wilayah Ciremai dan merasakan bagaimana pentingnya Ciremai bagi kehidupan masyarakat," kata Indra, Rabu (7/10/2026).

Ia menegaskan, sikap mahasiswa tidak berarti menolak seluruh bentuk pembangunan ataupun pemanfaatan energi terbarukan.

Namun, mereka meminta rencana pengembangan geothermal di kawasan Ciremai dikaji secara menyeluruh sebelum dilaksanakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait