Tiga Perusahaan Industri di Majalengka Manfaatkan PLTS, Adopsi Energi Terbarukan Perlu Diperluas
Di tengah pertumbuhan kawasan industri, Majalengka didorong memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk PLTS atap, untuk mendukung pembangunan industri yang lebih ramah lingkungan.-Baehaqi-radarcirebon
MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM-Pemanfaatan energi surya di sektor industri Kabupaten Majalengka mulai berkembang. Sejumlah perusahaan telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap untuk mendukung operasional pabrik sekaligus mengurangi emisi karbon.
Namun, perluasan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) masih menjadi tantangan di tengah pertumbuhan kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan energi.
Tiga perusahaan atau pabrik yang telah memanfaatkan PLTS atap di Majalengka adalah PT Shoetown Ligung Indonesia, PT Wika Beton Majalengka, dan PT Wintai Garment. Langkah tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya upaya pelaku industri untuk mengintegrasikan energi bersih ke dalam kegiatan produksi.
Meski demikian, tingkat adopsi PLTS di Majalengka secara keseluruhan belum dapat dipastikan. Hingga kini, belum tersedia data komprehensif mengenai jumlah perusahaan pengguna maupun total kapasitas PLTS yang terpasang di daerah tersebut.
BACA JUGA:5 Destinasi Pantai Snorkeling Terbaik di Pulau Jawa, Terumbu Karangnya Memukau!
PT Shoetown Ligung Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan PLTS atap dengan kapasitas 2,59 megawatt peak (MWp). Fasilitas tersebut dikembangkan bersama PT Masdar Mitra Solar Radiance (MMSR) untuk mendukung upaya dekarbonisasi operasional pabrik.
Senior Manager Shoetown Group Majalengka, Annisa Radhitia Arsad, mengatakan pembangunan PLTS atap merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target netralitas karbon Shoetown Group.
“Pembangunan Solar PV Atap berkapasitas 2,59 MWp merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung target Carbon Neutrality Shoetown Group,” ujar Annisa, Kamis (15/10/2026).
Menurut dia, pemanfaatan energi surya menjadi langkah strategis dalam transisi menuju energi bersih dan terbarukan. Inisiatif tersebut juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
BACA JUGA:Izin Belum Lengkap, DPRD Minta Pembangunan Pasar Darurat Keraton Kanoman Dihentikan
“Melalui pemanfaatan energi surya, perusahaan terus mendorong pengurangan emisi karbon serta memperkuat peran aktif industri dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” katanya.
Annisa menambahkan, inisiatif tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pengembangan energi terbarukan dan transisi energi nasional. Pemanfaatan tenaga surya diharapkan dapat memperkuat kontribusi sektor industri terhadap pengembangan energi bersih.
Selain Shoetown, PT Wika Beton Majalengka juga tercatat memanfaatkan PLTS atap dengan produksi listrik yang dilaporkan mencapai sekitar 142.805 kilowatt-jam per tahun. Sementara itu, PT Wintai Garment menggunakan PLTS atap berkapasitas 775 kilowatt-peak (kWp).
Keberadaan ketiga perusahaan tersebut menunjukkan bahwa tenaga surya mulai menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan energi industri di Majalengka. Namun, besaran penghematan biaya dan penurunan emisi dari masing-masing fasilitas masih perlu ditinjau berdasarkan data produksi listrik dan konsumsi energi aktual.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
