Daya Motor

Dinsos Kejar Data Bantuan Sosial Warga Miskin lewat Agen Perlinsos

Dinsos Kejar Data Bantuan Sosial Warga Miskin lewat Agen Perlinsos

Kabid Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinsos Kabupaten Cirebon, Astri Diana Ekasari SPi MTrPi memberikan keterangan kepada awak media terkait pelibatan agen perlinsos digital-Samsul Huda-radarcirebon

RADARCIREBON.COM-Tidak semua warga miskin tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Keterbatasan akses teknologi hingga ketidaksesuaian data membuat sebagian masyarakat yang membutuhkan bansos berisiko terlewat.

Untuk mengatasi persoalan itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon mendorong pemanfaatan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Tujuannya, menjangkau warga yang belum terdata.

Kabid Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Astri Diana Ekasari SPi MTrPi mengatakan, keberadaan agen perlinsos menjadi salah satu upaya memperluas akses pendataan.  
Utamanya, bagi masyarakat yang tidak memiliki telepon seluler atau kesulitan menggunakan layanan digital secara mandiri.

Selama ini, kata Astri, pemutakhiran data secara mandiri lebih mudah diakses masyarakat yang memiliki perangkat dan memahami teknologi.  

BACA JUGA:Viral Video Pria dan Wanita Diduga Aniaya Anak di Lift, Nama Kerabat Kesultanan Cirebon Terseret

Sementara, warga yang benar-benar membutuhkan bantuan justru berpotensi tertinggal dalam proses pendataan. “Dengan adanya agen perlinsos ini, masyarakat bisa terjangkau semua. Sebelumnya, masyarakat yang benar-benar miskin kadang tidak terakses,” ujar Astri kepada Radar Cirebon, Rabu (21/10).

Dijelaskannya, warga yang datang ke desa untuk melakukan pemutakhiran data belum tentu berasal dari kelompok fakir miskin, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan justru berpotensi terlewat karena tidak memiliki telepon seluler atau kemampuan mengakses layanan digital.

“Karena itu, agen perlinsos dapat membantu mendaftarkan warga tersebut agar masuk dalam proses verifikasi penerima bansos,” terangnya.

Menurutnya, ‎pendaftaran melalui agen perlinsos digital tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima bansos, data yang masuk akan diverifikasi dan sistem akan menentukan apakah warga tersebut berpotensi layak mendapatkan bantuan.

BACA JUGA:GPM Hadir di Malangsemirang, Warga Bisa Belanja Pangan Murah Tanpa Kupon

“Ketika didaftarkan, keterangannya layak atau berpotensi layak bansos. Tetapi, sekali lagi, masih bergantung pada kuota,” jelasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Astri, salah satu persoalan yang ingin diatasi melalui program ini adalah exclusion error, yakni kondisi ketika warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan justru tidak masuk dalam sasaran penerima.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi ketika masyarakat yang secara ekonomi tergolong prasejahtera tercatat pada desil 6–10, sehingga tidak masuk prioritas penerima bantuan tertentu.

Di tengah angka kemiskinan Kabupaten Cirebon yang mencapai 10,23 persen, ketepatan sasaran menjadi perhatian penting.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait