Menilik Sumur Soka di Keraton Kasepuhan Cirebon

Sabtu 03-10-2020,17:30 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali

 

Sumur tersebut saat ini sudah ditutup dan tidak difungsikan lagi karena mengandung racun.

 

\"Sumur ini dinamakan Sumur Upas atau Soka karena di sumur ini terdapat sebuah pohon Asoka yang umurnya sudah sangat tua dan sumur ini juga dulunya mengeluarkan gas racun hingga akhirnya ditutup. Jenis racunnya apa, saya sendiri kurang tahu,\" kata Raden Hafid Permadi yang merupakan Kabag Pemandu Wisata Keraton Kasepuhan kepada radarcirebon.com, Sabtu (3/10).

 

Diungkapkan Raden Hafid, setiap malam Jumat Kliwon masih digunakan untuk melaksanakan ritual.

 

\"Tradisi masyarakat Cirebon khususnya masyarakat yang tinggal di Keraton Kasepuhan dan di dearah Magersari setiap malam Jumat Kliwon selalu mengadakan ritual tumpengan atau nasi uduk untuk disedekahkan. Nanti sang kuncen berdoa di sini lalu tumpeng atau nasi uduknya disedekahkan untuk para kuncen di Keraton Kasepuhan,\" ungkapnya.

 

Ditanya soal pohon Soka Suwarga tersebut, Raden Hafid menuturkan, pohon berusia ratusan tahun itu tumbuh sejak masa kekeratonan Pakungwati.

 

\"Ukuran pohon ini tampak lebih besar dibanding pohon Asoka pada umumnya. Bunga Asokanya pun tumbuh di batangnya, biasanya bunga tanaman Asoka tumbuh di bagian pucuk rantingnya,\" tuturnya.

 

Masih kata Dia, pohon Soka tersebut ditanam langsung oleh oleh Pangeran Cakrabuana.

 

\"Pohon Soka yang ada di Dalem Agung Pakungwati ini merupakan pohon Asoka jenis langka dan hanya ada di beberapa tempat yang dahulu menjadi tempat Pangeran Cakrabuana menyebarkan agama Islam. Pohon jenis ini juga ada di situs Dalem Balong Sangkanhurip Kuningan. Pohon Soka ini mengandung filosofi dari kata Suka. Jadi maksud di sini dalam menjalani hidup ini harus didasari rasa suka hati, harus penuh rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT,\" pungkasnya. (rdh)

Tags :
Kategori :

Terkait