Ada Masalah Koordinasi Pemakaman Jenazah Covid-19

Selasa 06-10-2020,08:45 WIB
Reporter : Yuda Sanjaya
Editor : Yuda Sanjaya

 

Awalnya, sambung Nuril, pihak keluarga menerima dan sudah pasrah dengan meninggalnya korban sebagai takdir yang sudah digariskan. Persoalan sendiri muncul, setelah peti jenazah yang saat itu diantar sopir, tidak kunjung dikuburkan.

 

\"Warga yang awalnya menyaksikan dari jauh karena prosesnya lama dan tidak jalan, akhirnya merangsek dan membuka paksa peti jenazah. Padahal awalnya keluarga sudah menerima,\" ujarnya.

 

Saat dibuka itulah, akhirnya mulai kericuhan karena warga yang melihat kondisi jenazah korban tidak seperti kondisi seorang muslim yang disucikan. \"Dari sini lah kemudian timbul masalah. Emosi warga naik melihat kondisi seperti itu. Akhirnya, jenazah diambil dan dibawa pulang untuk disucikan,\" imbuhnya.

 

Pihaknya mempertanyakan statemen Dirut RSD Gunung Jati yang menyebut, tenaga untuk pemakaman menggunakan warga sekitar.  \"Aparat desa sudah berusaha membantu dengan menggerakan warga untuk membuat liang lahat. Untuk pemakaman kan kita tidak tahu. Karena setahu kami, ya kami hanya menyiapkan liang lahat. Kalau diminta kita bersedia, asalkan dilengkapi APD,\" jelasnya.

 

Nuril pun masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dinkes terkait penanganan warganya yang kontak erat dengan almarhum. \"Dari Dinkes kita baru terima arahan agar yang kontak erat dengan almarhum melakukan isolasi mandiri,\" ungkapnya.  (dri)

 

Tonton video berikut:

 

https://youtu.be/vtd0nJj3mqg
Tags :
Kategori :

Terkait