Kemudian air suci tersebut dimasukan ke kendi sambil melantunkan kidung air tisting (yang berarti asal mula air) dan kidung karahayuan (kidung keselamatan). Tujuannya memohon dijauhkan dari bala dan bencana. Lalu, air suci tersebut dibagikan kepada masyarakat.
Usai membagikan air, Rebo Wekasan dilanjut dengan tradisi Tawurji yang berarti melempar atau menyawerkan uang koin maupun kertas. Aji berarti tuan haji atau orang yang mampu atau secara sederhana.