Pihaknyaa tidak menampik ekspor mengalami penurun karena pandemi. Hal ini turut dipengaruhi transportasi yang sempat tak beroperasi di saat PSBB. Tapi lambat lain mulai Agustus merambat naik meski belum normal.
Widodo membeberkan hasil perikanan yang ekspor hanya 15 persen, sedangkan yang dikonsumsi dalam negeri mencapai 85 persen. Begitu juga hasil laut masih on progress dalam peningkatan ekonomi.
Bahkan ikan kaleng sejak pandemi produksinya meningkat. Ini berkat usulan dari kementerian, yang minta agar bahan pangan yang didistribusikan ke masyarakat salah staunya melalui ikan kaleng.
Dengan digerakkan konsumsi ikan masyarakat terbiasa. Konsumsi Ikan masyarakat Indonesia meningkat hingga 85 kg per kapita per tahun, begitu juga ekspor tembus di 153 negara, mulai ekspor ke Amerika, Tiongkok, Jepang dan uni Eropa.
“Ikan asin juga di ekspor dan bisa sampai ke Australia,” bebernya.
Ketua panitia, Obing Hobing Asyari menambahkan, FGD sinergitas penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dalam meningkatkan peluang ekspor produk perikanan. Karena penanganan ikan salah satu bagian terpenting mata rantai industri perikanan. Baik ikan segar mempengaruhi mutu hasil perikanan.
Obing mengungkapkan, FGD ini menghadirkan Prof DR I Rohmin Dahuri MSi Penasehat Menteri KKP Bidang Daya Saing SDM inovasi teknologi dan riset, AgnesMarcellina Tjhin Wakil Ketua Umum Bidang Sinergis Dunia Usaha Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kelautan dan Perikanan. Hadir juga wakil Walikota Dra Hj Eti Herawati.
Wakil Walikota Dra Hj Eti Herawati mengapresiasi SKIPM menggelar FGD yang turut dihadiri tokoh perikanan termasuk Rohmin Dahuri.