Pilkada, Waspadai Detik-detik Akhir Kampanye

Rabu 02-12-2020,08:00 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

Ray pun menuturkan, sinyal pengumpulan massa sudah terlihat bahkan saat pendaftaran pasangan calon dimulai beberapa bulan lalu. Terlebih, temuan Bawaslu menunjukkan para Paslon lebih menyukai kampanye langsung dari pada kampanye daring.

 

Para kandidat, kata dia, menganggap efektivitas kampanye secara langsung jauh lebih kuat meningkatkan elektabilitas dibanding kampanye secara daring. Padahal, pelaksanaan Pilkada di tengah wabah virus corona disarankan lebih mengupayakan kampanye online.

 

Sebelumnya, Bawaslu juga merilis kampanye di berbagai daerah diwarnai pelanggaran protokol kesehatan. Bawaslu bahkan mencatat ada 2.126 pelanggaran protokol kesehatan pencegahan corona selama dua bulan kampanye Pilkada.

 

“Ditambah, kebutuhan untuk memperlihatkan dukungan dari publik, maka kampanye dengan mobilisasi masa menjelang akhir masa kampanye, kemungkinan akan marak,” kata Ray.

 

Sebelumnya, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menegaskan genetik pengawas pemilu dalam melaksanakan tugasnya adalah bertindak tegas dalam melaksanakan fungsi pengawasan, khususnya dalam Pilkada Serentak 2020.

 

“DNA seorang pengawas pemilu itu harus tegas dalam bertindak. Itu berefleksi pada kepercayaan diri pengawas Pemilu dalam melaksanakan fungsi pengawasan. Khususnya kepada pengawas pemilu di Sulawesi Barat,” ujar Fritz.

 

Selain itu, Fritz mengungkapkan bahwa menjadi pengawas pemilu bukanlah tugas yang mudah dan hal itu harus dimengerti pada saat pengawas pemilu diambil sumpahnya.

 

“Pengawas pemilu harus memahami bahwa tugas yang diembannya memiliki resiko. Makanya dibutuhkan kerjasama, pengetahuan, keberanian dan ketegasan dalam bertindak,” ungkapnya. (khf/fin)

 

https://www.youtube.com/watch?v=SdFjH98uR10
Tags :
Kategori :

Terkait