Kami di Persebaya sudah merasa seperti kena \"prank\" saat liga dibatalkan di akhir 2020 lalu. Kami sudah siap habis-habisan full team, tapi akhirnya batal. Selama belum ada kepastian, tidak boleh aneh-aneh. Masa depan jangka panjang jauh lebih penting daripada ambisi sesaat. Apalagi pramusim.
Tapi saya juga menegaskan. Di tengah kesulitan tetap akan ada kesempatan. Saya berdiskusi dengan Candra Wahyudi, direktur operasional sekaligus manager tim, yang kemudian melanjutkannya bersama barisan pelatih, bagaimana menyikapi pramusim ini.
Dari diskusi, kita menemukan kesempatan emas itu. Dalam beberapa tahun terakhir, Persebaya termasuk melakukan investasi terbesar untuk pembinaan dan pemain muda. Tentu ini melanjutkan tradisi panjang Persebaya, yang dikenal sebagai klub penghasil bintang.
Berita berlanjut di halaman berikutnya...
Baca juga:
- Kejari Indramayu Eksekusi Terpidana Narkotika, Sudah Lama Masuk DPO
- Geger Anak SMA Dugem di Aula Kantor Bupati, Ini yang Terjadi
- Sopir Truk Bonyok Usai Berkelahi dengan Petugas Tol Cipali, Begini Klarifikasi Pengelola