Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, saat ini kedaruratan covid sudah turun karena kerjasama seluruh pihak. Sebelumnya, saat puncak Covid, rumah sakit penuh sampai parkiran, tidak bisa menampung semua pasien covid.
“Tingkat kematian Jabar saat ini rendah yakni 1,6%, sementara nasional 2,8%. Saat puncak covid, pasien yang dirawat jumlahnya 120.000 orang, sekarang tinggal 60.000 orang. Ketika kedaruratan ini sudah terlewati, maka kita tetap produktif, namun dengan beradaptasi. Jangan kalah, patah, lemah dengan covid. Namun dengan ilmu, yakni dengan prokes 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi pergerakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Emil panggilan akrab Ridwan Kamil melanjutkan, ada dua upaya yang harus dilakukan setelah kedaruratan, yakni melaksanakan protokol kesehatan dan vaksinasi. Ia mengibaratkan vaksin sebagai payung, sehingga tidak membuat basah kuyup, namun kecipratan sedikit basah. Masih ada yang kena, namun kematiannya rendah.
“Dari pantauan kami, daerah yang vaksinasinya tinggi, tingkat kematiannya rendah. Daerah yang vaksinasinya rendah, tingkat kematiannya tinggi. Maka mari yang belum vaksin supaya segera divaksin,” imbuhnya.
Penduduk Jabar, jelas Emil, sebanyak 50 juta orang. Namun volume vaksin yang diberikan jumlahnya sama seperti provinsi yang penduduknya 10 juta orang. Jabar membutuhkan 15 juta vaksin per bulan untuk target 37 juta jiwa, termasuk 3 juta santri.
“Target presiden vaksinasi selesai Desember 2021, Jabar juga ingin cepat menyelesaikan vaksinasi di seluruh wilayah ini. Kecepatan vaksin dulu 50 ribu per hari, sekarang jadi 150 ribu per hari. Namun butuh 400 ribu per hari agar penduduk Jabar tervaksin. Mari kita sukseskan agar kegiatan belajar mengajar di ponpes bisa normal lagi, dengan cara beradaptasi,” urainya.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon Dr. Moh Ahsan, M.Ag menambahkan, acara ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam penanganan pencegahan penularan covid, khususnya di lingkungan ponpes. “Selain itu juga sebagai bentuk dukungan Kemenag Kota Cirebon Bersama para ulama dan ponpes se-Kota Cirebon dalam menyukseskan program Pemprov Jabar yakni 3 juta santri Jabar siap divaksin, santri sehat Indonesia kuat,” ujarnya.
Senada dengan Ahsan, Ketua DPD LDII Kota Cirebon Himawan Sutanto menyatakan, LDII selalu mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah, termasuk dalam hal ini program 3 juta santri Jabar siap divaksin. Sejauh ini sebagian warga dan simpatisan LDII Cirebon sudah divaksin, bahkan ada beberapa santri dan guru di Ponpes Luhur Al Kautsar sudah divaksin tahap kedua.