MAJALENGKA - Kekosongan kursi pimpinan Komisi D DPRD Majalengka, akhirnya terisi kembali. Seperti diketahui, kursi pimpinan komisi D yakni posisi ketua dan sekretaris komisi sempat mengalami status quo beberapa bulan. Hal ini, karena ketua komisi D sebelumnya, Nana Surhana dari Fraksi Partai Golkar mengalami pergantian antar waktu (PAW) sejak bulan Juni lalu, setelah diketahui masuk dalam daftar caleg tetap (DCT) partai lain. Begitupula sekretaris komisi D sebelumnya Marjono dari Partai Hanura juga mengalami PAW. Akibatnya, dua posisi sentral di komisi D sempat dipimpin Plt oleh wakil ketua Komisi D Asep Saepudin dari Fraksi PKS. Ketua Komisi D kini dijabat M Nadjib yang juga berasal dari Fraksi Golkar. Sedangkan, Sekretaris Komisi D kini dijabat oleh Eni Kurnia dari Partai Hanura yang menggantikan Marjono, anggota DPRD yang di-PAW. Terisanya kursi pimpinan di komisi D ini, didapat setelah pada paripurna internal DPRD Majalengka. Dalam paripurna menyepakati perubahan komposisi alat kelengkapan DPRD, akibat empat orang anggotanya mengalami PAW oleh anggota DPRD penggantinya yang baru. Semula, kursi pimpinan komisi D akan diserahkan kepada Arif Heryanto yang pada proses PAW menggantikan Nana. Namun, Arif sepakat untuk menyerahkannya kepada rekan satu fraksinya yakni M Nadjib. Di samping posisi pimpinan Komisi D, dalam forum ini juga disepakati perubahan alat kelengkapan DPRD lainnya, yakni posisi salah satu anggota komisi C yang ditinggalkan Deni Lukmanul Hakim, diisi oleh penggantinya Ahmad Munawar. Serta posisi salah satu anggota Komisi A yang kosong sepeninggal Suparman yang di-PAW, digantikan penggantinya Lili Solihin. Ketua DPRD Majalengka H Surahman SSos menyebutkan, selain posisi anggota dan pimpinan di sejumlah komisi yang kosong sepeninggal empat anggota DPRD yang di-PAW, pada forum ini juga disepakati pengisian di sejumlah posisi alat kelengkapan DPRD yang kosong. \"Hanya mengisi kekosongan saja, yang tadinya diisi anggota yang lama otomatis diisi anggota yang baru. Baik itu posisi di Komisi, di Banleg, Banmus, Banggar, BK, dan lainnya,\" ujarnya. Menurutnya, perubahan komposisi alat kelengkapan DPRD, biasanya terjadi setiap tahun, menjelang tahun persidangan yang baru. Hanya saja, untuk kejadian yang insidental seperti adanya PAW, maka perubahan alat kelengkapan hanya dilakukan sebatas pengisian posisi yang kosong, bukan perubahan komposisi. (azs)
Pimpinan Komisi D Terbentuk
Sabtu 21-09-2013,12:13 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 16-09-2026,16:31 WIB
Vietnam Lagi-lagi Protes, Timnas Indonesia Berpeluang Hindari 3 Rival Berat di Piala Dunia 2030
Rabu 16-09-2026,09:36 WIB
PDIP Sentil Balik Wali Kota Cirebon: KPBU APJ Baru Rencana Saja Sudah Kami Tolak
Rabu 16-09-2026,08:04 WIB
10 Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik 2026, Bisa Gaming, Fotografi, dan Multitasking Anti Lelet
Rabu 16-09-2026,09:14 WIB
Tim Hotman 911 Turun ke Kuningan, Siap Berikan Bantuan Hukum Kepada Pelajar SMP Korban Penganiyaan
Rabu 16-09-2026,11:29 WIB
317 Bangunan Liar di Sepanjang Jalan Antasari Cirebon Ditertibkan
Terkini
Kamis 17-09-2026,05:41 WIB
Mitsubishi Mirage Exceed 2016 Bekas, Hatchback Compact dengan CVT, FWD, 5 Kursi dan Head Unit Double DIN
Kamis 17-09-2026,05:40 WIB
10 Tanaman Hias Ini Bikin Rumah Lebih Nyaman, Bantu Bersihkan Udara dan Kurangi Stres Penghuninya
Kamis 17-09-2026,05:39 WIB
Emil Audero atau Maarten Paes, Manakah Pilihan Utama Kiper Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026?
Kamis 17-09-2026,05:00 WIB