JAKARTA - Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjanjikan tidak berhenti mengusut kasus SKK Migas pada penangkapan Rudy Rubiandini bisa dikatakan tepat. Sebab, Deputi Pengendalian Komersil SKK Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengakui masih ada mafia di tempatnya kerja. Namun, dia enggan menyebut siapa oknum culas itu. \"Ada, tapi saya tidak tahu,\" elaknya usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jum’at (27/9) malam. Entah dia benar-benar tidak tahu atau sudah menyampaikannya kepada para penyidik lembaga antirasuah. Yang pasti, oknum-oknum tidak bertanggung jawab itu akan bermain saat terlihat celah. Widhyawan berharap agar lembaga pimpinan Abraham Samad itu mampu menangkap semua mafia migas. Sebagai pegawai, dia merasa jengkel ketika SKK Migas kena getah dari ulah mafia. Sebagai bagian dari petinggi SKK Migas, dia juga berharap agar KPK tidak pandang bulu dalam melakukan pemanggilan dan pemeriksaan. \"Sebagai pimpinan, kami bertekad supaya hal-hal seperti ini bisa ditiadakan,\" tegasnya. Sementara, soal pemeriksaan dirinya yang mencapai 13 jam, Widhyawan mengatakan penyidik sedang mendalami pola tender di SKK Migas. Menurutnya, semua sudah dijelaskan termasuk menunjukkan dokumen dan tender di SKK Migas selama 2013. Di depan penyidik, dia juga menjawab pertanyaan soal perusahaan yang masuk dalam list trader di SKK Migas. Semua dia sampaikan dengan jelas termasuk memastikan prosesnya tidak bisa diintervensi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sementara, mantan kepala divisi komersialisasi SKK Migas Popi Ahmad Nafis yang juga diperiksa KPK mengatakan kalau proses tender berjalan dengan benar. Dalam artian, tidak bisa direkayasa. \"Semua ada pemeriksaannya sendiri. Mulai dari pemeriksaan migas, keuangan, termasuk hukumnya,\" katanya. Atas dasar itu, dia mengklaim dirinya bersih dari kasus suap yang menimpa Rudi Rubiandhini. Meski telah dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri, Popi tetap yakin dirinya tak bersalah. Fakta bahwa pemenang tender ditentukan oleh tim menjadi tameng buatnya. Terpisah, Jubir KPK Johan Budi SP mengatakan kalau pihaknya menerima berbagai informasi yang disampaikan. Termasuk oleh Widhyawan kalau memang masih banyak oknum culas di SKK Migas. Namun, seperti biasa KPK tidak menelan mentah-mentah informasi tersebut. Institusinya akan melakukan validasi untuk menentukan ada tidaknya nilai kebenaran dari informasi yang muncul. (gun)
Masih Ada Oknum Culas di SKK Migas
Senin 30-09-2013,10:39 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,10:02 WIB
Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Jumat 13-03-2026,10:16 WIB
Jadwal Persib vs Borneo FC: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Maung Bandung
Jumat 13-03-2026,12:30 WIB
Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Jumat 13-03-2026,04:30 WIB
Film Na Willa Gelar Nonton Duluan di 22 Kota, Cirebon Kebagian di CSB XXI
Terkini
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Sabtu 14-03-2026,02:30 WIB
Momentum Ramadan, PT TKG Taekwang Cirebon Pererat Silaturahmi dengan Pemerintah dan Pemuda
Sabtu 14-03-2026,02:01 WIB
Arus Mudik 2026 Mulai Terlihat di Pantura Cirebon, Kendaraan dari Jakarta Menuju Jateng Meningkat
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Jumat 13-03-2026,22:00 WIB