Polisi membawa Olive -sapaan akrabnya- dan diberikan peringatan terkait kebersihan makanan dan \"menghormati budaya\" sebelum dibebaskan tanpa tuduhan.
Kepolisian setempat juga meminta Olive untuk berpakaian sopan dan tidak mempertontonkan ketidaksenonohan ke publik.
Seorang juru bicara dari kantor dewan distrik Chang Phueak mengatakan, Chiang Mai adalah kota budaya dan orang-orang telah menyatakan keprihatinan tentang pakaian itu.
\"Kami telah meminta wanita itu untuk bekerja sama, untuk memakai bra yang berwarna seperti kulit dan pakaian yang tidak terlalu terbuka,\" katanya.
Atas kejadian itu, Olive juga telah meminta maaf karena telah memembuat kehebohan dengan pakaiannya yang terbuka.
Kendati demikian, dia membela diri bahwa pakaian itu telah menggunakan selotip di bagian dalam, sehingga payudaranya tidak terlihat seluruhnya.
\"Saya perlu menghasilkan uang sendiri. Saya hanya berusaha untuk menghidupi diri sendiri,\" tutur dia, sembari menangis. (yud/the sun)
Baca juga: