Olahraga aerobik seperti berjalan, berlari, lompat tali, melatih otot dan jantung kita untuk berfungsi secara efisien. Sedangkan olahraga yang memperkuat otot, berfungsi memperbaiki postur tubuh dan mengencangkan otot pernapasan. Selain itu, dengan olahraga yang teratur, otot akan bekerja semakin efisien, sehingga otot akan membutuhkan oksigen yang lebih sedikit dan memproduksi karbondioksida lebih sedikit.
Olahraga yang teratur tidak hanya penting bagi orang yang sehat, tetapi juga bagi mereka yang telah memiliki riwayat penyakit paru sebelumnya. Orang-orang dengan riwayat penyakit paru seelumnya dapat berkonsultasi dengan tim kesehatan untuk membuat rencana aktivitas yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kapasitas paru.
Latihan pernapasan juga merupakan salah satu olahraga yang dapat memperkuat diafragma dan melatih tubuh untuk dapat bernapas lebih dalam dan lebih efektif.
Latihan pernapasan merupakan salah satu latihan yang disarankan bagi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Bagi orang sehat, bernapas adalah sesuatu yang alami dan mudah. Saat kita menghirup udara dan mengeluarkan udara, diafragma bekerja untuk mengisi paru-paru dengan oksigen dan campuran gas lainnya, dan kemudian mengeluarkan gas tersebut keluar.
Paru-paru pada dasarnya memiliki sifat yang elastis. Pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis, keelastisitasan paru berkurang, sehingga ketika kita bernapas, udara akan terperangkap di dalam paru. Akibatnya sulit untuk mengeluarkan udara kotor keluar dari paru-paru.
Adapun latihan pernapasan yang dapat dilakukan terutama bagi penderita penyakit paru obstruksi kronis antara lain :
- Pernapasan Diafragma
Pernafasan ini melibatkan kerja dari diafragma. Latihan ini berfungsi untuk memperkuat diafragma. Cara melakukan Latihan pernafasan diafragma antara lain dengan :
- Duduk dengan bersandar dengan otot bahu yang rileks.
- Tempatkan satu tangan di perut dan satu tangan di dada.
- Tarik napas lewat hidung selama 2 detik, rasakan udara bergerak masuk ke perut dan rasakan dinding perut mengembang ke depan melebihi dada.
- Keluarkan nafas selama 2 detik dengan mulut mengerucut sambal menekan dinding perut.
- Ulangi gerakan tersebut.
- Pursed Lips Breathing