MAJALENGKA - Tenaga pengajar mata pelajaran Bahasa Sunda yang masuk dalam muatan lokal (mulok) di Kabupaten Majalengka dinilai masih minim. Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi kurikulum baru dan workshop Basa Sunda, di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Majalengka, Senin (21/10). Kepala Dinas Pendidikan Drs H Sanwasi MM mengungkapkan, minimnya tenaga pengajar Bahasa Sunda tersebut terjadi pada semua jenjang sekolah, dari mulai tingkat SD hingga SMA/SMK. Meskipun ada, salah satu guru yang mengajar hanya ada di sekolah tertentu. Tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan sesungguhnya merupakan guru untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga, kemampuannya dalam mengajar Bahasa Sunda kurang maksimal. \"Untuk menyiasati minimnya jumlah guru Bahasa Sunda yang memiliki latar belakang pendidikan dari Bahasa Sunda, disdik terus mengupayakan berbagai hal yang salah satunya mengadakan workshop ini,\" ujarnya, usai membuka kegiatan tersebut. Menurutnya, hingga saat ini, tidak menutup kemungkinan terdapat sekolah tertentu yang tidak memiliki guru Bahasa Sunda yang memiliki kemampuan memadai. Ini bisa terjadi untuk semua jenjang dari mulai SD hingga SMA/SMK. “Tapi untuk angka pastinya berapa, kami sedang mencoba menginventarisir. Memang benar, Kalau ada anggapan bahwa di sekolah tertentu yang mengajar Bahasa Sunda adalah guru yang tidak memiliki basic memadai tentang Bahasa Sunda,\" ungkapnya. Sanwasi menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan lowongan untuk guru mata pelajaran Bahasa Sunda jika ada rekrutmen CPNS di masa yang akan datang. Itu merupakan suatu bahan kajian bagi disdik untuk ke depannya dalam merekomendasikan guru Bahasa Sunda. Disdik juga sudah membuat kebijakan untuk dilakukannya workshop Bahasa Sunda yang melibatkan semua guru Bahasa Sunda di semua jenjang. Dalam kegiatan itu, pihaknya mengundang pembicara dari berbagai kampus yang dinilai representatif untuk memberikan materi kepada peserta workshop. “Seperti hari ini (kemarin, red) ada 110 guru Bahasa Sunda dari berbagai jenjang mengikuti workshsop Bahasa Sunda. Kami mengundang pembicara dari UPI Bandung. Nantinya kegiatan ini akan menjadi agenda rutinan. Sehingga, meskipun disiplin ilmu mereka bukan dari Bahasa Sunda, namun bisa mengimplementasikan tugasnya secara optimal,” tandasnya. (ono)
Tenaga Pengajar Bahasa Sunda Minim
Selasa 22-10-2013,10:25 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 25-07-2026,14:09 WIB
Kebakaran Pabrik Triplek di Kuningan, Bahan Baku Kayu dan 15 Bangunan Ludes
Sabtu 25-07-2026,09:00 WIB
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia Piala AFF 2026, John Herdman Tambah 3 Pemain Berikut Justin Hubner
Sabtu 25-07-2026,08:31 WIB
Resmi! Ini 26 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026
Sabtu 25-07-2026,19:50 WIB
5 Mobil Bekas Harga 50 Juta di Tahun 2026 yang Masih Layak Dibeli, Cocok untuk Keluarga Muda
Sabtu 25-07-2026,08:58 WIB
Videotron Ambruk di Bunderan Cigasong Majalengka, Pengendara Motor Jadi Korban
Terkini
Minggu 26-07-2026,05:28 WIB
Toyota Innova Punya Saingan Serius, Ini 5 Mobil Bekas dengan Fitur Premium Kabin Lega & Harga Lebih Bersahabat
Minggu 26-07-2026,05:07 WIB
Menang 1-0 atas Arema FC, Igor Tolic Sebut Persib Mulai Temukan Chemistry
Minggu 26-07-2026,04:01 WIB
Kabupaten Cirebon Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla, Ini Imbauan Penting BPBD untuk Warga
Minggu 26-07-2026,02:14 WIB
Retreat Kades di Kuningan: Kanit Tipidkor Polres Bongkar Celah Rawan Korupsi
Sabtu 25-07-2026,21:57 WIB