Acep: Disdikpora Seharusnya Kerjasama dengan Dishutbun KUNINGAN - Program Seruling (Siswa Baru Peduli Lingkungan) telah bergulir. Kendati demikian, program konstruktif dalam rangka mendukung program konservasi di Kabupaten Kuningan tersebut mendapat kritik cukup pedas dari Ketua DPRD H Acep Purnama MH. Ia mengakui telah menemukan beberapa sekolah bahwa program seruling tidak berjalan sesuai keinginan. Sesuai program, siswa semestinya memberikan satu atau dua bibit pohon kepada sekolah saat mendaftar ulang. Tetapi dalam kenyataan, bibit pohon lebih banyak diganti dengan uang daripada siswa langsung membawa bibit pohon ke sekolah. ”Kalau diuangkan, itu tidak diperbolehkan. Sangat disayangkan,” ucap orang nomor satu di gedung wakil rakyat tersebut. Apalagi informasi yang didapat politisi asal PDIP tersebut, uang pengganti bibit pohon bervariatif berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp10 ribu perbibit pohon. Menurut dia, perbedaan harga bibit pohon tersebut sudah tidak jelas. Kendatipun harus menggunakan uang, seharusnya ada persamaan harga. ”Tapi tetap saya tidak setuju kalau bibit pohon program seruling ini diuangkan,” tegas dia. Menurut Acep, program seruling sudah baik untuk menanamkan rasa peduli generasi Kuningan pada lingkungan. Tapi, Ia tidak mau program baru tersebut hanya dijadikan legitimasi bagi sekolah maupun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk melakukan hal yang tidak diinginkan bersama. Ia melihat, akan lebih bijaksana dan jelas jika seluruh siswa baru dalam program seruling benar-benar membawa bibit pohon dari rumahnya. Yakni untuk dibawa ke sekolah sebagai salah satu syarat mendaftar ulang setelah diterima di sekolah yang bersangkutan. ”Kalau bibit pohon dibawa langsung oleh siswa, suasananya akan lebih berarti. Misal, saat para siswa sedang berada di mobil angkot sambil membawa bibit pohon. Orang-orang di sekitarnya saya pastikan bertanya, karena unik. Dan, itu sudah merupakan sosialisasi. Suasana penghijauannya juga benar-benar akan terasa,” papar Acep. Ia juga memastikan jika bibit pohon sudah bertebaran dibawa oleh siswa dimana-mana ke sekolah, masyarakat akan melihat dan menilai keseriusan pemerintah dalam konservasi. Hal itu tentu akan mengangkat nama baik pemerintah daerah dimata masyarakat. Selanjutnya, dalam program seruling tersebut Ia juga merasa tidak melihat adanya kerjasama yang baik dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) sebagai dinas terkait. Dengan begitu, Acep mempertanyakan kemana dan dimana bibit pohon dari siswa ini akan ditanam. ”Yang tahu mana lokasi gundul dan karakter tanaman itukan Dishutbun. Seharusnya dinas itu dikaitkan untuk advice. Bila perlu buatlah MoU khusus agar bibit pohon dari siswa betul-betul berdaya guna dikemudian hari. Apalagi jumlah siswa di Kuningan banyak,” saran Acep. (tat)
Bibit Pohon ”Seruling” Diuangkan
Senin 19-07-2010,09:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 21-09-2026,05:08 WIB
Haye dan Ragnar Masuk, Ini 4 Pemain Persib yang Dicoret Timnas untuk Ajang FIFA ASEAN Cup 2026
Senin 21-09-2026,08:53 WIB
14 Pemain Tersingkir! Ini Wajah Baru Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Senin 21-09-2026,05:00 WIB
Daftar 32 Pemain Timnas yang Dicoret untuk Kejuaraan FIFA ASEAN Cup 2026, Ada Jay Idzes dan Mees Hilgers
Senin 21-09-2026,17:02 WIB
BREAKING NEWS: Penemuan Jenazah Wanita di Sebuah Hotel di Suradinaya Cirebon
Minggu 20-09-2026,21:00 WIB
Hasil Persib Bandung vs Persijap Jepara BRI Super League: Balas Dendam Tuntas, Persib Taklukkan Persijap 2-1!
Terkini
Senin 21-09-2026,17:19 WIB
Trah Mataram Kental di Darah Mantan Menkeu Purbaya, Ibu dari Keraton Jogja, Ayahnya Keturunan Solo
Senin 21-09-2026,17:04 WIB
Viral Dosen Diduga Pinjam Uang Mahasiswa, Benarkah Terjerat Judol?
Senin 21-09-2026,17:02 WIB
BREAKING NEWS: Penemuan Jenazah Wanita di Sebuah Hotel di Suradinaya Cirebon
Senin 21-09-2026,16:30 WIB