Menciptakan Paradigma Pembelajaran Abad ke-21

Senin 18-07-2022,06:42 WIB
Reporter : ADE GUSTIANA
Editor : Leni Indarti Hasyim

Radarcirebon.id, CIREBON - Syntax Foundation menggelar In House Training (IHT) dengan tema Asyiknya Menjadi Guru Hebat, Indahnya Punya Sekolah Bermartabat. Berlokasi di sekolah setempat di Desa Panambangan, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (16/7).

Presiden Komisaris Syntax Corporation Indonesia Dr Taufik Ridwan MHum menerangkan berdasarkan riset Harvard University, faktor sukses dalam pekerjaan sebesar 85 persen didominasi soft skill. Selebihnya, technical skill. Di antara faktor sukses lain seperti kejujuran, kedisiplinan, kemampuan interpersonal yang baik dan sebagainya.

"Kerjakanlah yang kau cintai, cintailah yang kau kerjakan," pesan Taufik kepada peserta.

Kepala SMK Syntax Business School (SBS) Kuningan, Labisal Fitri Al Qolbi mengatakan, sama seperti sekolah pada umumnya, Syntax Foundation setiap tahun ajaran baru rutin menggelar IHT. Bedanya, kata perempuan yang karib disapa Albi itu, IHT di Syntax Foundation dilaksanakan oleh internal. Termasuk pematerinya dari perusahaan di bawah naungan PT Muda Kaya Mendunia. Bukan oleh Dinas Pendidikan.

BACA JUGA:Diklatsar Banser Gempol Berhasil Luluskan 51 Anggota, Ketua PAC Ansor: Jaga Agama, NU dan NKRI

"Tujuannya, agar sekolah-sekolah yang ada di Syntax itu mempunyai visi dan misi yang sama dengan perusahaan. Supaya guru-guru juga dapat mempersiapkan program selama tahun ajaran ke depan," tutur Albi kepada Radar Cirebon kemarin (17/7).

Termasuk membahas program sekolah. Baik formal/informal atau kegiatan di luar sekolah. Peserta terdiri dari 50 guru dari TK/SD/SMP Islam Terpadu Ibnu Khaldun, SMK Ibnu Khaldun dan SMK SBS Kuningan. Selebihnya, dari Tata Usaha (TU) sekolah dan pengurus pesantren. Sekitar 102 orang.

Albi menjelaskan, Visi dan Misi In House Training di Syntax Foundation yaitu mewujudkan sekolah yang berada dalam lingkungan Syntax Foundation menjadi sekolah kehidupan dan menciptakan manusia yang dapat memanusiakan manusia.

BACA JUGA:KS Alias Ucil Harus Mendekam Dipenjara Gegera Mencuri, Alasannya Bikin Menyayat Hati

Misinya, menyusun kurikulum sekolah khas Syntax, menciptakan paradigma pembelajaran abad ke-21 yang benar dan membuat sistem untuk merespon cepat setiap perubahan dunia yang terjadi.

"Sekolah di Syntax tidak hanya belajar teori secara umum. Tapi, merespon perkembangan zaman sebagai landasan kita untuk membentuk sistem peradaban pendidikan di lingkungan Syntax Foundation," ucap Albi. Kurikulum Syntax Foundation bukan saja bersumber dari Dinas Pendidikan. Mayoritas menciptakan kurikulum sendiri yang mengacu pada visi misi di atas. (ade)

BACA JUGA:Walikota Berharap Persoalan Perbatasan Bisa Segera Rampung

Kategori :

Terkait