Radarcirebon.com, JAKARTA - Di tengah himpitan gejolak The Perfect Storm yang berpotensi memicu stagflasi dan krisis di berbagai lini, perekonomian nasional tetap mampu bergerak maju serta menunjukkan stabilitas dan resiliensi dalam merespons berbagai tantangan global tersebut. Penguatan ekonomi ditunjukkan melalui tingkat pertumbuhan ekonomi Q2-2022 sebesar 5,44% dan didukung oleh inflasi yang relatif terkendali per Juli 2022 mencapai 4,94%.
Terkait dengan sektor aliran modal, IHSG terus mengalami tren positif secara year-to-date hingga 12 Agustus 2022 yang bertumbuh sebesar 8,32% atau berada pada level 7.129. Sepanjang bulan Agustus, Indonesia masih mengalami capital inflow positif sebesar USD 866.1 juta sehingga menunjukkan bahwa prospek pemulihan ekonomi nasional turut memberikan optimisme tersendiri bagi investor asing. “Berbagai leading indicator telah menunjukkan bahwa pemulihan akan berlanjut dengan outlook positif, namun kita tidak boleh lengah dan mengabaikan fakta bahwa risiko korupsi dan pelanggaran dalam tata kelola perusahaan seringkali meningkat pada saat krisis,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara B20-G20 Dialogue: Integrity and Compliance Task Force, Kamis (18/08). Adapun risiko berupa suap, pencucian uang, pendanaan terorisme, hingga cyber crime dipicu oleh beberapa faktor seperti iklim keuangan yang bergejolak, beralihnya fokus perusahaan terhadap mitigasi risiko dan penanganan krisis, hingga meningkatnya ancaman keamanan siber seiring dengan pesatnya transformasi digital di masa pandemi. Untuk itu, perusahaan dituntut mampu mengambil langkah-langkah mitigasi korupsi yang memadai melalui penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik serta transparansi dalam pelaporannya. BACA JUGA:CCTV di Duren Tiga Ditemukan, Eks Kapolres Cirebon Kota Bongkar Fakta Ini “Tata kelola yang baik berdasarkan transparansi akan menjaga keamanan nasional dan atau bahkan internasional, dan mendukung operasi bisnis,” ungkap Menko Airlangga. Sebagai bagian dari Open Government Partnership, Pemerintah terus berupaya membangun sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mendukung pemberantasan praktik korupsi dan menciptakan respons pandemi yang transparan, efektif, dan adil dalam jangka panjang melalui berbagai kebijakan. Melalui Digital Economy Working Group (DEWG) G20 Indonesia, Pemerintah juga mendorong negara-negara anggota G20 untuk mengadopsi prinsip-prinsip bersama Arus Data Lintas Negara dan Arus Bebas Data secara Terpercaya yang terdiri dari lawfulness, fairness, transparency, dan reciprocity. Aliran Bebas Data Secara Terpercaya tersebut juga menjadi salah satu wujud dari transformasi struktural untuk menciptakan tatanan global yang seimbang, inklusif, dan mulitilateral. Selain itu, melalui Presidensi G20 Indonesia, Anti-Corruption Working Group (ACWG) juga akan berfokus untuk membahas peningkatan transparansi dan akuntabilitas baik untuk sektor publik maupun sektor swasta. BACA JUGA:Akhirnya, CCTV Vital Pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga Ditemukan, Terungkap Ada Putri Candrawathi di TKP Terakhir, sejalan dengan Paris Agreement, Indonesia juga akan meningkatkan transparansi berbagai upaya dalam menangani dampak perubahan iklim sebagai bentuk komitmen untuk mengadvokasi ekonomi hijau dan mencapai Agenda Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030. “Pertemuan ini sangat penting, karena di tengah ketidakpastian B20 mengangkat isu compliance yang sangat diperlukan terutama untuk menjaga bussiness sustainability sekaligus di situasi seperti ini target climate change juga harus didorong karena salah satu agenda yang ditargetkan Indonesia adalah energy transition yang adil dan affordable, sedangkan dalam digitalisasi adalah transfer data yang bisa dipercaya,” tutup Menko Airlangga dalam sesi doorstop. Kegiatan tersebut juga turut dihadiri antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wakil Menteri BUMN I, Anggota Dewan Komisioner OJK, Kepala Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Direktur Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat PPATK, Chair of Bussiness 20 Indonesia, Chair of G20 Indonesia Anti-Corruption Working Group, serta Chair of Integrity and Compliance Task Force B20. BACA JUGA:Babinsa Pantau Penyaluran BPNT dipenyaluran BPNT dari KemensosMenko Airlangga Minta Mitigasi Risiko korupsi di Tengah Krisis
Jumat 19-08-2022,16:28 WIB
Editor : Leni Indarti Hasyim
Kategori :
Terkait
Sabtu 01-10-2022,20:00 WIB
Menko Airlangga: Modifikator Mobil Indonesia Miliki Pasar yang Besar di Luar Negeri
Jumat 30-09-2022,11:30 WIB
Airlangga Hartarto Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Kerjasama Kendalikan Inflasi
Kamis 29-09-2022,16:19 WIB
Hilirisasi Komoditas Perkebunan Genjot Peningkatan Ekonomi Nasional
Rabu 28-09-2022,21:00 WIB
Menko Airlangga Apresiasi Kinerja Emiten Karena Ikut Sokong Pertumbuhan Ekonomi
Sabtu 24-09-2022,10:00 WIB
Konversi Kompor Gas ke Listrik, Menko Airlangga: Bukan Tahun Ini
Terpopuler
Sabtu 03-01-2026,11:08 WIB
Tragis! Warga Cirebon Tewas Terperosok Lubang Trotoar Besar
Sabtu 03-01-2026,13:00 WIB
Gagal Menyalip, Pemuda 19 Tahun Tewas Tertabrak Truk di Depan Aspol Pesisir Cirebon
Sabtu 03-01-2026,14:38 WIB
TransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Sabtu 03-01-2026,14:02 WIB
MTs Miftahul Ulum Arjawinangun Terima Penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi 2025
Sabtu 03-01-2026,08:04 WIB
Ramadan Tinggal Hitungan Minggu, Muhammadiyah Sudah Tetapkan Awal Puasa, Catat Tanggalnya Ya!
Terkini
Minggu 04-01-2026,07:03 WIB
Pagi Ini Indonesia Diguncang Bertubi-tubi Sejak Dini Hari, Berikut Daftar Lengkap Gempa Versi BMKG
Minggu 04-01-2026,06:02 WIB
Dari Desa ke Istana? Kisah Perjuangan Ambulu Melawan Banjir Rob yang Tak Kunjung Reda
Minggu 04-01-2026,05:05 WIB
Apel HAB ke-80 Kemenag, Bupati Imron Tekankan Dakwah Peduli Lingkungan
Minggu 04-01-2026,04:05 WIB
Lengkap! Jadwal Launching Tim MotoGP 2026 dari Ducati, Yamaha hingga Honda
Minggu 04-01-2026,02:01 WIB