Kemudian dari bantuan sosial tersebut, masyarakat diberikan tiga jenis bantuan berupa bantuan langsung tunai, subsidi upah, dan alokasi dana transfer umum pemerintah daerah.
BACA JUGA:Razia Kosan Satpol PP Kabupaten Cirebon, 21 Orang Diamankan, 5 PSK Online
BACA JUGA:Panelis U20, Ridwan Kamil Presentasikan Hubungan Alun-alun dengan Kemakmuran
Di sisi lain, Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Saaidah Uluputty menolak usulan pemerintah yang akan segera menaikkan harga BBM bersubsidi.
Ia menilai keputusan tersebut akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah.
“Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani yang mengeluhkan akan hal ini. Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi jelas akan memberatkan mereka yang sehari-hari sangat tergantung terhadap BBM jenis Solar yang harganya makin naik,” jelas Saaidah saat interupsi sidang Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/8/2022).
Legislator Dapil Maluku ini menambahkan, sampai saat ini pemerintah belum menemukan solusi tepat bagi permasalahan tersebut, tak hanya diusulkan untuk naik BBM bersubsidi jenis Solar juga sangat sulit ditemukan pada daerah tertentu.
BACA JUGA:Program Kartu Prakerja Lanjut Hingga 2023, 500 Pekerja Siap Diberi Bantuan
BACA JUGA:Sekda Jabar: Perguruan Tinggi Berperan Antisipasi Triple Disrupsi
“Sampai saat ini Solar sangat sulit ditemukan sehingga nelayan itu tidak bias melaut padahal itu satu-satunya sumber mata pencarian mereka jika sudah begitu tentu tidak aka nada pemasukan jelas akan berdampak,” pungkasnya.