JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) \"curhat\" masalah sumber daya penyidik pada mitra kerjanya di Senayan, Komisi III DPR. Lembaga antirasuah itu siap berkerja optimal jika kebutuhan penyidik terpenuhi. Jumlah ideal yang diungkapkan pimpinan KPK ialah 3 ribu penyidik. Ketua KPK Abraham Samad mengakui dalam hal menjalankan fungsi supervise terhadap kasus-kasus yang ditangani instansi lain di daerah lain masih lemah. Hal tersebut terjadi karena kurangnya sumber daya penyidik di KPK yang saat ini hanya berjumlah 60 orang. Pria asal Makassar itu pun lantas membandingkan kondisi lembaga anti korupsi di Indonesia dan Hongkong. Menurutnya di Lembaga anti korupsi di Hongkong saja (tidak termasuk Tiongkok), jumlah penyidiknya mencapai 2 ribu orang. \"Saya rasa untuk bekerja di wilayah seperti Indonesia yang jauh lebih luas dari Hongkong, saya rasa idealnya kebutuhan penyidik antara 2 ribu-3 ribu orang. Oleh karena itu kami berharap teman-teman di DPR ini menyetujui peningkatan jumlah penyidik tersebut,\" terang Abraham dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR kemarin. Dia berharap agar DPR menyetujui anggaran untuk penambahan penyidik. Selain itu diharapkan dukungan lain dari DPR juga terkait infrastuktur. Terkait hal ini, DPR tidak memberikan jawaban yang pasti. Dalam rapat dengar pendapat kemarin memang KPK banyak dikritisi perihal belum optimalnya fungsi pengawasan dan pencegahan korupsi. Kebutuhan KPK soal penyidik memang persoalan klasik yang belum terpecahkan. Baru-baru ini KPK hanya bisa merekrut staf sebanyak 183 orang. Persoalan penyidik ini sempat ramai ketika Polri menarik sejumlah personelnya yang ditugaskan sebagai penyidik. Salah satu yang anggota dewan yang mengkritis KPK ialah Fahri Hamzah. Dia mengatakan KPK lebih senang dengan pola pemberantasan korupsi dari sisi penindakan, seperti tindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT). \"Kalau tidak lelah melakukan itu ya silakan. Tapi saya menyarankan fungsi pencegahan harus dibuat seoptimal mungkin. Termasuk juga mensupervisi sistem di instansi pemerintahan yang rentan terjadi korupsi,\" ujar politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. (gun)
KPK Butuh 3 Ribu Penyidik
Selasa 03-12-2013,10:42 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Jumat 13-03-2026,16:32 WIB
Info Tol Cipali Hari Ini: 18.800 Kendaraan Mengarah ke Cirebon, Arus Mudik Mulai Terasa
Jumat 13-03-2026,17:00 WIB
Posko Mudik BPJS Kesehatan Hadir di Jalur Tol Cipali, Pemudik Bisa Cek Kesehatan Gratis
Jumat 13-03-2026,16:00 WIB
Masjid Ramah Pemudik di Cirebon, Buka 24 Jam Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Terkini
Sabtu 14-03-2026,14:44 WIB
Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29 ribu Anak Yatim
Sabtu 14-03-2026,14:31 WIB
BBWS Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Pompa Tenaga Surya hingga Drone Air Disiapkan
Sabtu 14-03-2026,14:10 WIB
Kunjungi Kota Cirebon, Wamen LH Apresiasi Pengelolaan Sampah Stasiun Cirebon
Sabtu 14-03-2026,13:31 WIB
Teken Kerja Sama Penguatan SDM Guru
Sabtu 14-03-2026,13:07 WIB