MAJALENGKA–Ratusan buruh yang menamakan dirinya Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan-Konfederasi Serikat Nasional (FSPK-KSN) mengontrog Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Majalengka, Selasa siang (10/12). Aksi ini sebagai buntut dipecatnya sejumlah buruh di beberapa pabrik akibat ikut bergabung dengan organisasi serikat buruh. Buruh dari sejumlah pabrik, seperti PT Minchia, PT TLI, dan PT Wijaya Karya, serta perwakilan pengurus FSPK-KSN di beberapa kabupaten/kota tetangga, mengecam aksi pemecatan tersebut. Karena mereka menganggap upaya ini adalah sebuah pemberangusan terhadap hak berkumpul dan berserikat yang telah dijamin oleh undang-undang. Ketua FSPK-KSN Jawa Barat Hermawan mengatakan, laporan yang didapatnya dari pengurusn FSPK-KSN Majalengka, dengan mudahnya pengusaha melakukan pelanggaran undang-undang dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pengurus serikat. Bukan itu saja, dia menyebut bahwa pengusaha/perusahaan di Majalengka juga melakukan dosa besar lainnya seperti tidak mengikutsertakan para buruhnya dalam program Jamsostek, membayar upah di bawah UMK, dan melakukan pemecatan sepihak terhadap pekerja wanita yang hamil atau menikah. “Ini adalah pelanggaran undang-undang yang bobotnya adalah pidana kejahatan. Bukan perselisihan hak bukan perselisihan PHK. Padahal, di tempat lain, tindakan semacam ini sudah banyak perusahaan yang dijerat pidana dan dipenjarakan, karena telah melanggar UU Ketenagakerjaan dan UU No 13 tahun 2013. Untuk hak berserikat dan berkumpul, bahkan telah diatur dalam UUD 1945,” tegasnya. Pihaknya berencana melayangkan laporan tindak pidana ini kepada aparat yang berwajib. Karena pihaknya masih yakin dan percaya terhadap para penegak hukum di Majalengka. Oleh karena itu, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen buruh di Majalengka untuk berdoa bersama agar hak-hak para buruh yang telah dijamin dalam UU bisa dijalankan. Di samping itu juga, pihaknya melayangkan lima tuntutan pokok dalam aksi ini. Di antaranya, menuntut untuk menghentikan adanya ancaman dan intimidasi terhadap pengurus dan anggota dari serikat buruh manapun. Kedua, menuntut menghentikan pembayaran upah di bawah UMK yang terjadi di beberapa perusahaan di Majalengka. Ketiga, memberikan kepastian kerja yang jelas bagi pekerja atau buruh di Majalengka, sehingga tidak sewenang-wenang dalam memperlakukan kaum pekerja atau buruh di Majalengka. Keempat, perusahaan mesti mendaftarkan seluruh pekerja atau buruh dalam program Jamsostek karena merupakan kewajiban perusahaan. Dan kelima, meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas dan mengadili para pengusaha yang melanggar dan melakukan tindak pidana kejahatan di bidang ketenagakerjaan. Wakil Ketua FPSK-KSN Majalengka Atep Wahyu Kurnia menyebutkan, dirinya beserta tiga pengurus lainnya yakni Ketua Enung Nurhasan, Sekretaris Hitmat, dan Bendahara Omit Tahmid, dipecat oleh pabrik keramik PT Mingchia Ceramic Indonesia. Dia menyebutkan, alasan mereka dipecat karena dianggap telah masuk dalam organisasi yang dicap oleh perusahaan telah memprovokasi pekerja lainnya untuk mogok kerja dan ikut berdemo. Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Kabupaten Majalengka Dra Yati Sumiyati menyebutkan jika saat ini belum ada permintaan mediasi dari pihak perusahaan yang memecat sejumlah pekerjanya, maupun dari para pekerja itu sendiri. Oleh karena itu, penyelesaian konflik hubungan industrial di antara keduanya baru dilakukan pada tahap dialog dwi partit antara kedua belah pihak. Namun, kata dia, jika ke depan ada permintaan resmi dari kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi, maka pihaknya pun akan menyambut baik dan siap untuk melakukan mediasi terhadap konflik permasalahan yang terjadi antara kedua belah pihak tersebut. (azs)
Anggotanya Di-PHK, Ontrog Dinsosnakertrans
Rabu 11-12-2013,14:50 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,10:02 WIB
Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Jumat 13-03-2026,10:16 WIB
Jadwal Persib vs Borneo FC: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Maung Bandung
Jumat 13-03-2026,12:30 WIB
Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Jumat 13-03-2026,09:35 WIB
29 Kasus Narkoba Terungkap di Indramayu Awal 2026, Polisi Tangkap 36 Tersangka
Terkini
Sabtu 14-03-2026,07:01 WIB
Timnas Indonesia Siap Hadapi FIFA Series 2026, Pemain Dikumpulkan Setelah Lebaran
Sabtu 14-03-2026,06:01 WIB
PGRI Kabupaten Cirebon Bagikan 12.032 Takjil Serentak di 40 Kecamatan
Sabtu 14-03-2026,05:01 WIB
Cuaca Idulfitri 2026 di Jabar: Hujan Masih Berpotensi, Waspadai Longsor di Jalur Mudik
Sabtu 14-03-2026,04:34 WIB
Situasi Global Memanas, Prabowo Dorong Penghematan BBM di Indonesia
Sabtu 14-03-2026,04:01 WIB