Ini juga menjadi solusi bagi sekolah dalam melakukan razia potong rambut. Pasalnya razia potong rambut langsung oleh pihak sekolah sudah tidak diperbolehkan.
BACA JUGA:Catat! Inilah Perusahaan Farmasi yang Diduga Memproduksi Obat Sirup dengan Kandungan EG dan DEG
Sehingga dalam razia potong rambut yang dilakukan setiap satu bulan sekali, siswa hanya mendapatkan teguran hingga pemanggilan orangtua.
"Melalui razia potong rambut dengan Redbox Barbershop ini, siswa justru merasa rugi kalau tidak bisa ikut," ungkapnya.
Cartab berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan berkelanjutan dengan menjalin kerjasama ke depan. Pasalnya kegiatan ini sangat membantu sekolah untuk mendisiplikan kerapihan pada para siswa.
"Kerapihan mencirikan karakter sekolah yang baik, kami berharap kerjasama bisa terus terjalin," tukasnya. (apr/opl)