BACA JUGA:Banjir Menerjang Objek Wisata Panyaweuyan Majalengka, Tidak Ada Korban Jiwa
"Baik itu meningkat dari segi jumlah ataupun kualitas," kata Rifqi.
Dalam program ini, ujar Rifqi, KPU memilih sebanyak 25 orang dari desa tersebut, yang akan dijadikan sebagai penggerak.
Nantinya, penggerak akan bertugas untuk menggugah dan mendorong masyarakat, untuk lebih peduli terhadap Pemilu dan pemilihan.
BACA JUGA:Pemandangan Ngeri Banjir di Panyaweuyan Majalengka, Sejumlah Sepeda Motor Nyaris Terseret Arus
Beberapa hal yang akan didorong atau disosialisasikan kepada masyarakat seperti, tidak mudah terkena hoax, money politik dan bisa memilih sesuai kehendaknya masing-masing.
"Sehingga pilihannya, bukan karena adanya intervensi dari orang lain," kata Rifqi.
Untuk tahun 2022 ini, KPU Jabar akan melaksanakan program DP3 di tiga lokasi, yaitu di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pangandaran.
BACA JUGA:Integrasikan 25 Juta Data, Holding Ultra Mikro Jangkau Nasabah dengan Sentuhan Digitalisasi
Setiap desa yang terpilih untuk menjadi program ini, ditargetkan bisa mendorong warganya untuk terlibat dalam Pemilu dan pemilihan hingga 80 persen.
"Desa Trusmi Kulon saja bisa sampai 87 persen, sehingga saya yakin bisa sampai 80 persen," katanya. (jun)