INDRAMAYU - Kisah tragis kembali dialami pahlawan devisa. Kali ini kabar tersebut dialami Tarkem (33), TKW asal Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana. Tarkem meninggal dunia setelah dipulangkan dalam kondisi sakit parah dan lumpuh. Diduga, ia meninggal selama dua tahun bekerja di Qatar porsi kerjanya berlebihan tanpa dibarengi istirahat yang cukup. Tewasnya Tarkem menjadi pukulan bagi suaminya, Syahklan (38). Ia mengatakan istrinya itu dipulangkan ke tanah air dalam kondisi yang cukup mengenaskan, 3 Desember 2013 lalu. Meski sempat dirawat di rumah sakit di Qatar, namun akibat kondisinya yang terus menurun akhirnya Tarkem menghembuskan nafas terakhir Kamis (26/12) lalu. “Dulu waktu berangkat ke Qatar sih baik-baik saja. Namun akhirnya seperti ini,” ujar Syahklan, Rabu (1/1). Ia menceritakan bila istrinya menjadi TKW ke Qatar melalui PT Tritama Megah Abadi pada awal Agustus 2012. Tarkem bekerja pada keluarga Hamad Hadi Al Marri dan Sita. Sejak berangkat ke negeri perantauan, Tarkem baru menghubungi keluarga pada 13 Oktober 2013 melalui jaringan telepon. Dalam pembicaraan itu, Tarkem mengeluh bila ia sering sakit. Bahkan Tarkem juga sempat bercerita bila selain bekerja di tempat majikannya, ia juga harus bekerja di kediaman adik majikannya. Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih menegaskan, kematian Tarkem diduga karena terlalu capek dalam bekerja. Tenaganya terus diforsir dan tidak ada waktu untuk bisa beristirahat dengan cukup. Saat dipulangkan, Tarkem sudah dalam kondisi sakit parah. Kedua kakinya lumpuh, kepalanya sering sakit, bahkan kedua matanya pun tidak bisa melihat. Kondisi itu yang kemudian dinilai menjadi penyebab korban sakit sampai meninggal. SBMI Indramayu yang menerima kuasa dari keluarga korban, akan melakukan pendampingan dan mempertanyakan sebab-sebab kematian Tarkem. Selain itu, SBMI juga akan memperjuangkan hak-haknya yang belum terpenuhi, seperti hak asuransi sebagaimana yang telah diatur dalam Permenekertrans. “Majikannya harus bertanggung jawab, dan SBMI siap melakukan pendampingan agar persoalan ini bisa diselesaikan,” tandasnya. (cip)
Kerja Diforsir, Eks TKW Qatar Tewas
Kamis 02-01-2014,11:04 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Jumat 13-03-2026,03:00 WIB
Tim Resmob Polres Cirebon Kota Kejar Komplotan Curanmor, Pelaku Kabur ke Area Tambak
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Kamis 12-03-2026,22:26 WIB
Polres Cirebon Kota Gelar Apel Operasi Ketupat Lodaya 2026, Siap Amankan Mudik dan Lebaran
Terkini
Jumat 13-03-2026,20:31 WIB
Ramai Investasi Emas Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Jumat 13-03-2026,20:01 WIB
Polresta Cirebon Gelar GPM, 1.567 Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Jumat 13-03-2026,19:32 WIB
KNPI Kabupaten Cirebon Gelar Dialog Ramadan, Bahas Peran Strategis Pemuda di Tengah Geopolitik Global
Jumat 13-03-2026,19:01 WIB
Mudik Lebaran 2026: BPBD Jabar Siapkan 82 Posko Bencana di Jalur Longsor dan Banjir
Jumat 13-03-2026,18:31 WIB