KUNINGAN – Mencuatnya nama Drs H Nana Juhana sebagai salah satu kandidat Dirut PDAU tidak begitu direspons oleh yang bersangkutan. Pengusaha kasur lantai sekaligus owner salah satu media online tersebut memilih no comment, kala dikonfirmasi Radar, kemarin (2/1). Meski Radar mencoba untuk mendesak agar Nana buka mulut, namun dirinya tak bergeming. “Saya tidak mau menjawabnya, no comment lah,” ujar Nana. Sikap ini tidak sama dengan H Dudung Mundjadji yang langsung menyatakan kesiapannya untuk maju. Kaitan dengan pembukaan bursa pencalonan dirut dan direktur PDAU, hingga saat ini belum ada keputusan resmi. SKPD terkait masih melakukan penggodokan. Hanya saja Radar mendapatkan bocoran pembukaan pendaftaran bakal dilangsungkan pertengahan Januari ini. “Kami masih melaksanakan rapat pertama membahas tentang dasar hukum dari seleksi dirut PDAU. Masih ada beberapa kali rapat lagi,” ungkap Kabag Organisasi Setda, Yudi Nugraha yang juga sekretaris timsel. Terpisah, pengamat sosial ekonomi Rifqi Fauzi meminta, agar seleksi dilangsungkan secara transparan dan akuntabel. Meski unsur kedekatan dalam penentuan pimpinan BUMD sudah jadi rahasia umum, pihaknya meminta agar tidak terjadi pada seleksi dirut PDAU. Namun, seperti yang diungkapkan seorang akademisi Edi Nugraha dan aktivis Jaringan Kota Kuda Latif Mukhtar, dia pun sepakat agar PDAU diganti nama dengan PD Wisata. Dengan begitu, seleksi yang hendak dilakukan nanti guna memilih direktur PD Wisata. “Lebih baik diganti dengan PD Wisata saja dan jabatannya jangan sampai ada 2 segala, cukup direktur saja kayak PDAM. Karena nanti buang-buang anggaran,” ucapnya. Mahasiswa pascasarjana universitas Bandung ini sepakat pula agar laporan neraca keuangan PDAU diaudit. Itu merupakan salah satu langkah pembenahan yang menjadi tanggung jawab pimpinan daerah baru. Rifqi pun sepakat apabila pembenahan PDAU dijadikan prioritas program 100 hari pertama. “Yang perlu dimasukan ke program 100 hari pertama bupati dan wabup baru itu menurut saya di antaranya pembenahan PDAU, kemudian penanganan mantan kiper nasional yang jadi tukang parkir. Kalau masalah kenaikan dana aspirasi sih tampaknya sudah tidak bisa ditinjau ulang,” bebernya. Jika gonjang-ganjing PDAU tidak bisa diselesaikan oleh pimpinan daerah baru, menurut Rifqi, itu menunjukkan ketidakmampuan seorang pemimpin. Terlebih sampai tidak dilakukan audit secara independen dan transparan. (ded)
Nana Juhana No Comment
Jumat 03-01-2014,09:05 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 05-06-2026,09:04 WIB
Bulan Penuh Keberuntungan: Ini 7 Shio yang Diprediksi Kebanjiran Rezeki dari Berbagai Arah
Jumat 05-06-2026,09:30 WIB
Gaji 13 ASN Pemkab Cirebon Segera Cair Juni 2026, Anggaran Tembus Rp86 Miliar
Jumat 05-06-2026,17:08 WIB
Ramalan Shio Juni 2026: Rezeki Mengalir Deras, Naga hingga Kuda Diprediksi Panen Cuan dan Peluang Emas
Jumat 05-06-2026,10:00 WIB
SPMB 2026 SMAN 4 Kota Cirebon: Daya Tampung Kembali Normal, Persaingan Masuk Makin Ketat
Jumat 05-06-2026,21:00 WIB
Hasil Sementara Indonesia vs Oman: Gol Hubner dan Ole Romeny Antar Garuda Memimpin
Terkini
Sabtu 06-06-2026,08:02 WIB
Pemkab Kuningan Pastikan Gaji ke-13 dan TPP ke-13 Cair Bulan Ini, Simak Jadwalnya
Sabtu 06-06-2026,07:03 WIB
Jaga Identitas Daerah, Pemkab Cirebon Percepat Pengakuan Cagar Budaya
Sabtu 06-06-2026,06:06 WIB
Kurban 2026 Meningkat, Kemenag Catat 2,03 Juta Hewan Kurban dengan Nilai Ekonomi Rp18 Triliun
Sabtu 06-06-2026,05:00 WIB
Majalengka Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi 2026, Bupati Eman: Hasil Kerja Bersama
Sabtu 06-06-2026,04:00 WIB