Daya Motor

Cirebon Siap Gelar Festival Topeng Internasional 2026

Cirebon Siap Gelar Festival Topeng Internasional 2026

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya-Dede Adhitama-

RADARCIREBON.COM – Kota Cirebon bersiap menjadi tuan rumah Festival Topeng Internasional 2026, sebuah agenda budaya yang diproyeksikan menjadi event internasional pertama yang digelar Pemerintah Kota Cirebon.

Festival tersebut akan berlangsung pada 16 November 2026 di kawasan cagar budaya Taman Sari Gua Sunyaragi.

Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Cirebon ingin memperkenalkan seni topeng sebagai salah satu warisan budaya khas daerah kepada masyarakat dunia, sekaligus memperkuat posisi Cirebon sebagai destinasi wisata budaya di Indonesia.

Guna memastikan penyelenggaraan berjalan maksimal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon menggandeng International Mask Festival (IMF) Solo, penyelenggara festival topeng internasional yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade.

BACA JUGA:Api Melalap Rumah Warga Haurgeulis Indramayu, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis karena Kota Cirebon masih membutuhkan pendampingan dalam penyelenggaraan event berskala internasional.

"Festival Topeng Internasional tahun ini insya Allah berskala internasional karena kami berkolaborasi dengan IMF Solo yang sudah berpengalaman menggelar kegiatan serupa selama belasan tahun. Kami sudah berkoordinasi dengan penggagas IMF dan mendapat sambutan yang sangat baik," ujarnya di Keraton Kacirebonan, Sabtu (25/7/2026).

Agus menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali di Solo pada 13–14 November 2026. Selanjutnya, para delegasi dari berbagai negara akan bertolak ke Cirebon pada 15 November sebelum tampil pada Festival Topeng Internasional sehari berikutnya.

Menurutnya, hingga saat ini tiga negara telah memastikan keikutsertaan, yakni Korea Selatan, Myanmar, dan Malaysia. Sementara panitia masih menunggu konfirmasi dari delegasi Spanyol, Taiwan, serta satu grup seni lainnya dari Korea Selatan.

BACA JUGA:Pahlawan dari Jabar Ini Dijuluki ‘Si Jalak Harupat’, Diculik dan Hilang, Jasadnya Tak Pernah Ditemukan

Selain menampilkan pertunjukan seni topeng dari berbagai negara, festival ini juga akan diramaikan dengan workshop budaya yang mempertemukan seniman lokal dan mancanegara sebagai wadah bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Disbudpar juga menyiapkan program hibah topeng dari setiap delegasi peserta. Nantinya, setiap negara diharapkan menyerahkan satu topeng khas sebagai koleksi Museum Topeng Cirebon.

"Kami berharap setiap negara yang hadir dapat meninggalkan satu topeng sebagai koleksi Museum Topeng Cirebon. Jika dilakukan secara berkelanjutan, museum ini akan memiliki koleksi topeng dari berbagai negara dan menjadi bagian dari diplomasi budaya Cirebon di tingkat internasional," kata Agus.

Pemilihan Taman Sari Gua Sunyaragi sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai tepat karena merupakan salah satu ikon wisata sekaligus situs cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait