KUNINGAN - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah diresmikan Presiden SBY, Selasa (31/12) lalu. Dari jumlah 86,4 juta orang yang akan mendapat tanggungan premi dari pemerintah, Kuningan menerima jatah 504.261 warga miskin. Jika mengacu pada penerima BLSM, di Kuningan terdapat 88.379 warga miskin. Tapi jumlah tersebut pemberian dari Kementerian Kesehatan berdasarkan rekomendasi dari Badan Pusat Stastitik (BPS). Untuk jumlah 504.261 itu biaya premi akan ditanggung negara dengan besaran premi Rp19.225/orang/bulan. Sementara yang tidak masuk data akan ditanggung oleh pemeritah daerah. “Yang kami terima dari pusat seperti itu datanya. Data yang berjumlah tersebut bukan berdasarkan rekomendasi daerah, namun dari BPS,” ucap Kadinkes Kuningan H Raji K Sarji kepada Radar, kemarin (2/1). Raji yang didampingi Sekdis Zaenal Arfipin mengatakan, bagi yang belum masuk data bisa daftar ke BPJS dalam hal ini PT Askes. Untuk pendaftaran harus semua anggota keluarga, agar ketika sakit mudah diobatinya. Untuk mendukung program ini, lanjut dia, tujuh rumah sakit yang ada di Kuningan siap melayani warga miskin. Untuk menyukseskan program ini pihaknya terus berbenah, terutama masalah SDM agar berjalan lancar sesuai dengan tujuan pemerintah. Sementara itu, Raji menyebutkan, biaya bagi penerima upah/gaji rutin per bulan untuk satu tahun pertama sebesar 0,5% dari gaji yang diterima, dan 4% dibayarkan oleh pihak perusahaan. Sedangkan bagi masyarakat umum, pekerja yang tidak menerima upah mandiri dan sektor informal, iuran didasarkan klasifikasi yakni kelas III Rp25.000, kelas II Rp42.500, dan kelas I Rp59.500. Respons dari masyarakat terutama yang bekerja pada sektor informal mengenai BPJS Kesehatan dingin. Meski mengetahui dari televisi adanya program jaminan kesahatan dari pemeritah, tapi mereka tidak mengetahui secara detail apa dari funsgi ini. “Saya mengetahui adanya program jaminan kesahatan, tapi tidak mengetahui secara rinci manfaat bagi kami. Harusnya pihak terkait melakukan sosialisasi jangan diam,” jelas Endang Kusnadar pemilik salahs satu distro di Kuningan. Menurtunya, bagaimana masyarakat mau tertarik kalau tidak mengetahui tujuan dari JKN itu. “Apakah dari premi yang diberikan setiap bulan ketika tidak digunakan bisa diambil? Kan banyak yang tidak mengetahui. Masyrakat awam banyak yang tidak mengetahui mekansime JKN ini jadi perlu pengenalan lebih jelas,” tuntasnya. (mus)
504.261 Warga Miskin Kuningan Peroleh JKN
Jumat 03-01-2014,09:16 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 31-05-2026,18:00 WIB
Harga dan Spesifikasi Infinix HOT 70 di Indonesia, Punya NFC dan Fast Charging 45W
Minggu 31-05-2026,18:30 WIB
5 Saran Dino Patti Djalal untuk Prabowo Agar Hemat Biaya Perjalanan Luar Negeri
Minggu 31-05-2026,19:00 WIB
Prabowo Boros karena Sering ke Luar Negeri? Istana Jawab Kritik Dino Patti Djalal dan Tegaskan Asas Manfaat
Minggu 31-05-2026,22:00 WIB
Kamera Samsung A07 5G Jadi Sorotan, Ini Alasan HP Murah Samsung Viral di Indonesia
Minggu 31-05-2026,15:06 WIB
FIFGROUP Raih Penghargaan Diamond di Ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026
Terkini
Senin 01-06-2026,10:15 WIB
Boven Digoel, Penjara Paling Kejam di Indonesia, Ada yang Meninggal Diterkam Buaya hingga Dimakan Manusia
Senin 01-06-2026,10:00 WIB
Kia Seltos Dinobatkan 'SUV of the Year' di 2026 Times Drive Auto Summit & Awards India
Senin 01-06-2026,09:45 WIB
Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, KH Adib Rofiuddin Izza Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon Wafat
Senin 01-06-2026,09:00 WIB
Lenovo LOQ Perluas Ekosistem Gaming Aksesibel dengan Kehadiran Rangkaian Monitor LOQ di Indonesia
Senin 01-06-2026,08:30 WIB