Dahlan Iskan menjelaskan, sejak dulu presiden santri dipilih secara demokratis.
Mirip pemilihan umum (pemilu) dalam suatu negara. Prosesnya pun nyaris sama dan cukup unik.
"Tahap pertama, 80 santri dengan nilai terbaik jadi calon presiden," tulis Dahlan Iskan dikutip radarcirebon.com, Jumat 26 Mei 2023.
Santri yang bisa mengikuti pemilihan calon presiden santri ini, bisa dari kalangan laki-laki atau perempuan. Yang penting memiliki nilai tinggi.
Dari 80 calon itu, sebutnya, tiap santri memilih dua nama calon laki-laki dan dua nama calon dari perempuan.
BACA JUGA:Disdukcapil Terapkan Penggantian KTP Tidak Perlu Nomor Antri
"Terpilihlah 8 calon laki-laki dan 8 calon perempuan," sebut Dahlan Iskan.
Kemudian, 16 calon presiden itu tampil di forum santri. Untuk memikat simpati, mereka memaparkan program jagoannya masing-masing.
Setelah itu, 16 calon presiden itu, akan perang debat. Mirip dengan calon presiden dalam suatu negara.
Setelah debat, setiap santri diminta menuliskan dua nama calon laki-laki dan dua nama calon perempuan.
BACA JUGA:Sandi Optimis Pimpin KONI Kabupaten Cirebon
"Itu untuk menentukan 4 calon laki-laki dan 4 calon perempuan pilihan mereka," sebut Dahlan.
Delapan calon ini, diajukan ke dalam pemilu akhir. Salah satu dari mereka akan dipilih untuk menjadi Presiden Santri.
Dijelaskan Dahlan, pemilu untuk menentukan calon presiden santri ini, benar-benar dilakukan serius.
"Pakai kartu suara beneran. Pakai bilik suara beneran," sambung Dahlan.