BACA JUGA:Selalu Ajak Bicara Hewan dan Tumbuhan, Ada Apa dengan Syekh Panji Gumilang?
PT KAI menyebut, monumen lokomotif pemeliharaan rel ini, memiliki filosofi bagi awak perkeretaapian. Yakni, selalu mengutamakan keselamatan.
Nah, seru kan? Selain jalan-jalan, tapi juga bisa mendapatkan pengetahuan sejarah mengenai perkeretaapian di Indonesia.
2. Lokomotif Uap B1304
Ini adalah monumen lain yang bisa ditemukan di Jalan Siliwangi, persis di akses masuk menuju Stasiun Kejaksan Kota Cirebon.
Lokomotif Uap B1304 tentu sangat bersejarah, karena di masa Pemerintahan Hindia - Belanda sangat diandalkan untuk sektor transportasi.
Mesin buatan Jerman dari Pabrik Hanomag tersebut, diproduksi pada tahun 1886 dan didatangkan ke Indonesia oleh Staatsspoorwegen (SS).
Kemudian, beroperasi di wilayah Pulau Jawa dengan rute perjalanan Yogyakarta - Cilacap dengan rute sepanjang 176 kilometer.
Seiring berkembangnya transportasi kereta api, jumlah lokomotif jenis ini terus bertambah baik di Jakarta, Cirebon hingga di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Namun, seiring waktu pula dan perubahan jenis lokomotif yang dipakai, jenis ini hanya tersisa 1 di Indonesia. Ya, ini adalah satu-satunya lokomotif B1304 yang ada di Indonesia dan ditempatkan di Cirebon sebagai monumen.
BACA JUGA:Indonesia Raya 3 Stanza Kembali Berkumandang di Peringatan Hari Lahir Pancasila di Mahad Al Zaytun
3. Alun-alun Kejaksan dan Tugu Kemerdekaan
Lokasinya ada di pusat kota. Alun-alun Kejaksan menjadi tempat yang juga direkomendaskan dikunjungi pada pagi, sore atau malam hari.
Terdapat wahana permainan anak, area pedagang kaki lima (PKL) hingga area terbuka. Saat pagi hari, banyak masyarakat yang berolahraga di ruang terbuka ini. Begitu juga pada sore hari.