CILIMUS - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) kembali melakukan pelepasliaran satwa endemik Gunung Ciremai, seekor elang ular bido yang diberi nama Yurel, kemarin (15/1). Itu dilakukan setelah sukses melepas elang jawa bernama Si Lambo beberapa waktu lalu ke alam liar. Seperti pelepasliaran elang jawa, kali ini dilakukan di kaki Gunung Ciremai sebelah utara tepatnya di Blok Lambosir, Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus. Acara itu disaksikan sejumlah pegiat lingkungan seperti komunitas Raptor Indonesia (Rain), pelajar dan juga mahasiswa kehutanan. Yurel yang memiliki nama latin Spilornis Cheela dilepas dari sangkar besar yang selama ini menjadi tempat rehabilitasi sebagi tahap awal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan aslinya. Berbeda dengan elang jawa yang cukup lama untuk keluar dari sangkar. Elang ini tak perlu menunggu lama meninggalkan sangkar dan terbang ke alam bebas ketika tutup sangkar dibuka. Hanya dalam hitungan detik setelah jaring tirai dibuka, Yurel pun mengepakkan sayapnya menuju rerimbunan pepohonan Gunung Ciremai. Menurut Kepala BTNGC Dulhadi, awalnya Yurel adalah hewan piaraan salah satu warga di Kuningan yang kemudian oleh pemiliknya secara sukarela diserahkan untuk dilepasliarkan. Setelah menjalani masa rehabilitasi selama hampir empat tahun di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga Sukabumi dan dialihkan ke Lambosir selama satu bulan akhirnya Yurel pun dilepas ke alam bebas. Dulhadi mengatakan, pihakanya memberi nama Yurel sesuai dengan nama pemeliharanya dulu. Burung elang ular ini diserahkan oleh pemiliknya pada tahun 2008. Terpisah, menurut Ketua Rain Zaini Rakhman, proses rehabilitasi elang ular tidak jauh berbeda dengan si Lambo, yaitu dengan menempatkannya pada sangkar besar di tengah hutan yang menyerupai habitat aslinya. Cari ini sebagai upaya untuk mengembalikan sifat asli satwa tersebut saat di alam liar, sebagai pemangsa. \"Sesuai dengan namanya, kami melepas ular hidup sebagai makanan Yurel. Selain itu juga kami berikan tikus, tupai atau burung-burung kecil ke dalam sangkar untuk dimangsa oleh Elang Ular ini. Setelah dipastikan sifat liarnya kembali dan kondisi kesehatannya dinyatakan baik, maka hari ini kami lepas,\" terang Zaini. Diterangkannya, elang ular bido merupakan salah satu satwa endemik Gunung Ciremai yang kondisi populasinya juga terancam punah. Meski demikian, belum ada pendataan pasti terkait berapa jumlah populasi elang yang makanan utamanya ular ini. Namun menurut Zaini, keberadaan elang ular ini juga sudah sepantasnya mendapat perhatian khusus oleh semua pihak. Salah satu upaya untuk menjaga kelestarian burung elang, lanjut Zaini, adalah menetapkan kawasan Lambosir tersebut menjadi pusat rehablitasi. Program tersebut, kata dia, telah mendapat persetujuan dari BTNGC dan diupayakan secepatnya bisa terwujud. Pihaknya berharap, atas kesadaran warga yang mengetahui atau bahkan memelihara elang di rumah untuk menyerahkannya. Pihaknya siap melakukan rehabilitasi dan melepas kembali ke alam bebas. “Harus diingat, bukan hanya tugas kami untuk melestasrikan hewan yang terancam punah, namun semua warga. Dengan tetap lestari akan tercipata kesimbangan alam,” ucap dia lagi. Semenatara itu, upaya yang dilakukan oleh BTNGC bersama Rain patut diberikan apresiasi. Mereka tanpa lelah terus melakukan berbagai upaya pelestarian satwa liar yang hamper punah demi kesinambungan alam. (mus)
Lagi, BTNGC Lepas Elang Ular
Kamis 16-01-2014,07:44 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 25-07-2026,14:09 WIB
Kebakaran Pabrik Triplek di Kuningan, Bahan Baku Kayu dan 15 Bangunan Ludes
Sabtu 25-07-2026,09:00 WIB
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia Piala AFF 2026, John Herdman Tambah 3 Pemain Berikut Justin Hubner
Sabtu 25-07-2026,08:31 WIB
Resmi! Ini 26 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026
Sabtu 25-07-2026,19:50 WIB
5 Mobil Bekas Harga 50 Juta di Tahun 2026 yang Masih Layak Dibeli, Cocok untuk Keluarga Muda
Sabtu 25-07-2026,08:58 WIB
Videotron Ambruk di Bunderan Cigasong Majalengka, Pengendara Motor Jadi Korban
Terkini
Minggu 26-07-2026,07:10 WIB
Warung Makan di Pabedilan Cirebon Terbakar Tengah Malam, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Minggu 26-07-2026,06:04 WIB
Mendagri Tito Ungkap Dampak BPHTB Gratis bagi MBR, Sektor Properti hingga UMKM Berpotensi Terdongkrak
Minggu 26-07-2026,05:28 WIB
Toyota Innova Punya Saingan Serius, Ini 5 Mobil Bekas dengan Fitur Premium Kabin Lega & Harga Lebih Bersahabat
Minggu 26-07-2026,05:07 WIB
Menang 1-0 atas Arema FC, Igor Tolic Sebut Persib Mulai Temukan Chemistry
Minggu 26-07-2026,04:01 WIB