INDRAMAYU – Banjir yang melanda Kabupaten Indramayu tahun 2014 ini ternyata merupakan banjir terparah dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Kalau sebelumnya banjir hanya melanda beberapa kecamatan, kali ini dari 31 kecamatan hanya 3 kecamatan yang tidak terkena banjir. “Tahun ini memang merupakan banjir terparah yang melanda Indramayu dalam 30 tahun terakhir, karena melanda hampir seluruh kecamatan,” kata Sekda Indramayu, Ahmad Bahtiar SH, Rabu (22/1). Sementara data dari Satlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Kabupaten Indramayu, tiga kecamatan yang tidak mengalami banjir adalah Kecamatan Bangodua, Sukagumiwang, dan Kedokanbunder. Sedangkan 28 kecamatan lainnya terendam banjir dengan tingkatan parah, sedang hingga ringan. Bahtiar menjelaskan, kecamatan dengan banjir terparah diantaranya Kecamatan Patrol, Sukra, Anjatan, Bongas, Juntinyuat, Balongan, Indramayu, dan Pasekan. Di sejumlah wilayah tersebut, banjir merendam dengan ketinggian bervariasi hingga sampai dua meter. Pantauan Radar hingga Rabu (22/1), banjir belum juga surut. Bahkan kali ini meluas hingga wilayah tengah dan timur, seperti Kecamatan Krangkeng, Karangampel, Juntinyuat, Balongan, Indramayu, Pasekan, Cantigi dan Arahan. Di wilayah-wilayah itu, banjir merendam dengan ketinggian antara 30 cm hingga satu meter. Sementara banjir yang merendam wilayah barat, sudah mulai surut. Banjir hanya masih merendam rumah-rumah warga yang lokasinya jauh dari jalur pantura dengan ketinggian sekitar 30 cm - 50 cm. Selain itu, jalur utama pantura yang semula terendam juga sudah mulai surut. Antrean kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta yang semula macet sudah mulai terurai. Bahtiar menambahkan, banjir tahun ini disebabkan meluapnya sungai-sungai, baik sungai besar maupun sungai kecil yang ada di Kabupaten Indramayu. Ditambah dengan kondisi saluran pembuang yang digunakan untuk pembuangan air irigasi PJT Tarum Timur yang masuk ke pemukiman warga. “Selain itu, saluran pembuang di wilayah kota juga banyak yang berubah fungsi, menyempit dan mengecil. Baik yang berada di sekitar pemukiman maupun yang ke arah laut,” ujar Bahtiar. Di tempat terpisah, Kabag Kesra Setda Indramayu, DR H Abdul Mutholib MPd mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan bantuan logistik berupa beras dan mi instan ke seluruh kecamatan yang terendam banjir. Untuk kecamatan yang parah, bantuan beras disalurkan sebanyak 1,5 ton – 2 ton dan mi instan 100 dus. Sedangkan untuk kecamatan yang idak terlalu parah, beras yang disalurkan sebanyak satu ton dan 50 dus mi instan. (oet)
Terparah sejak 30 Tahun Terakhir
Kamis 23-01-2014,09:45 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 03-06-2026,09:05 WIB
Update HP 1 Jutaan Terbaik Juni 2026: Samsung hingga Oppo, Spek Makin Gahar
Rabu 03-06-2026,11:00 WIB
Aturan Baru SPMB 2026 Kota Cirebon, Ini Skema Baru Jalur Prestasi dan Kuota Domisili
Rabu 03-06-2026,09:00 WIB
Ramalan Shio Rabu 3 Juni 2026: Tikus, Ular dan Naga Paling Beruntung, Karier Melesat
Rabu 03-06-2026,10:00 WIB
Bursa Transfer Manchester United: Rekrutan Pertama dan Peringatan Keras dari Legenda Wales
Rabu 03-06-2026,10:30 WIB
Update Dugaan Skandal Anggota Dewan, BK Hadirkan Ayu hingga Mantan Istri HSG
Terkini
Kamis 04-06-2026,07:01 WIB
Kabar Baik! Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus Rp145 Triliun Lebih pada Awal 2026
Kamis 04-06-2026,06:02 WIB
Dolar Tembus Tinggi, Pekerja Migran Asal Cirebon Raup Keuntungan Lebih Besar
Kamis 04-06-2026,05:06 WIB
NUU B40 5G Resmi Hadir, Ini Spesifikasi Lengkap dan Fitur Unggulannya
Kamis 04-06-2026,05:02 WIB
DLH Cirebon Bersihkan TPS Pasar Minggu, Sampah Organik Berpotensi Jadi Pakan Maggot
Kamis 04-06-2026,04:57 WIB