Para UMKM ini mayoritas memproduksi kuliner, hingga olahan makanan seperti kerupuk dan emping melinjo.
Terlepas dari pandemi, saat ini yang menjadi tantangan bagi UMKM di Kabupaten Cirebon adalah kemasan yang masih sederhana, SDM dan manajemen masih rendah, kualitas produk belum maksimal, dan legalisasi masih rendah.
"Dari total UMKM yang ada di Kabupaten baru 40 persen yang sudah go digital, diharapkan denga pelatihan dan bantuan prasarana ini bisa membantu mengembangkan keterampilan para UMKM lagi," tukasnya. (apr/opl)