Situs Keramat Cimandung, Tempat Belajar Raden Walangsungsang, Putera Prabu Siliwangi

Selasa 17-10-2023,04:58 WIB
Reporter : Yuda Sanjaya
Editor : Yuda Sanjaya

BACA JUGA:Pasca Gesekan, Kampanye Pilwu Desa Kondangsari Tetap Digelar, Pengamanan Ditambah

Jauh sebelum kedatangan raden Walangsungsang, Cimandung sendiri dipercaya sudah ada sejak zaman kerajaan Indraprahasta, salah satu kerajaan yang bercorak Hindu jauh sebelum kerajaan Pajajaran. Dan Situs Cimandung dipercaya sebagai salah satu peninggalan dari kerajaan tersebut. 

Walau sudah ada sejak zaman kerajaan Indraprahasta, namun jika kita mencari tahu tentang sejarah Cimandung, maka sejarah yang teridentifikasi mayoritas hanya sejarah sekitar zaman islam saja.

Sangat sulit kita menemukan referensi yang membahas tentang hubungan antara Cimandung dengan Kerajaan Indraprahasta. 

Kondisi ini boleh jadi berhubungan dengan yang tertuang dalam Nusantara III/2 bahwa Kerajaan Indraprahasta itu telah musnah oleh Rahyang Sanjaya karena kalah perangnya.

BACA JUGA:Soal Rumor TikTok Shop Buka Kembali, Zulhas: Kalau Dia Mau Urus Izinnya, Silahkan

Seluruh Kerajaan Indraprahasta ditundukan termasuk keratonnya hancur lumat seakan-akan tidak ada lagi kerajaan di daerah Cirebon Girang.

Angkatan perang, pembesar kerajaan, seluruh golongan penduduk, penghuni istana, para terkemuka, hampir seluruhnya binasa tanpa sisa.

Hanya beberapa orang yang berhasil melarikan diri bersembunyi di hutan, gunung dan sungai yang terluput dari musuh yang tidak mengenal belas kasihan seperti binatang buas. 

Berdasarkan kutipan di atas maka bisa disimpulkan bahwa selepas kekalahan kerajaan Indraprahasta, semua hal dalam kerajaan ini baik penduduk maupun bangunannya sudah dihancurkan sehingga sangat sulit mengidentifikasi peninggalan-peninggalan dari kerajaan ini.

BACA JUGA:Pilwu Desa Kondangsari Tercoreng, Terjadi Gesekan saat Kampanye

Situs Cimandung juga dikenal dengan pohon raga saktinya. Pohon raga sakti merupakan sebuah pohon besar di dekat pintu masuk situs yang memiliki batang yang meliuk-liuk dan tumbuh seperti mengitari pohon disekitarnya.

Konon katanya pohon ini berasal dari tongkat milik Raden Walangsungsang yang ditinggalkan di tempat tersebut. Pohon ini dipercaya bisa menangkal marabahaya dan juga mencegah orang-orang yang memiliki niat tidak baik untuk masuk ke tempat ini. 

Selain Pohon Raga Sakti, Cimandung juga dikenal dengan tujuh sumur keramatnya. Masing-masing dari ketujuh sumur ini memiliki nama dan manfaat yang berbeda-beda. Salah satu yang paling terkenal adalah Sumur Kahuripan yang dipercaya bisa membawa ketentraman di dalam kehidupan berkeluarga. 

Saat ini, Cimandung dijadikan sebagai salah satu tempat tujuan wisata religi oleh wisatawan. Walau begitu, sejauh ini belum ada tiket masuk yang dikenakan untuk para pengunjung yang ingin berkunjung ke tempat ini.

BACA JUGA:Lawan Brunei Darussalam, Timnas Indonesia Bakal Terapkan Strategi Ini

Kategori :