Hanya disediakan kotak sumbangan untuk para pengunjung yang inging menyumbang seikhlasnya untuk biaya perawatan situs.
Tempat ini juga biasa dijadikan sebagai tempat untuk tirakat oleh orang-orang, baik masyarakat sekitar atupun untuk orang-orang dari luar kota. Namun karena tempat ini masih berbentuk hutan, mayoritas yang bertirakat di sini adalah laki-laki.
Penulis: Fardan Tifaransyah, Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Jurusan Sejarah