KUNINGAN – Menyikapi hasil evaluasi gubernur terhadap APBD Kuningan 2014, Jumat (7/2), banggar menggelar rapat. Diperoleh hasil, para wakil rakyat yang duduk di badan anggaran tersebut meminta agar TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) segera melakukan perbaikan sesuai dengan permintaan gubernur. “Inti dari hasil rapat tadi, kita meminta agar APBD disesuaikan dengan permintaan gubernur,” ujar Ketua DPRD, Rana Suparman SSos usai rapat. Dikatakannya, beberapa hal dibahas dalam rapat tersebut. Baik berkaitan dengan penambahan anggaran maupun adanya bantuan dari Jawa Tengah untuk pembangunan Waduk Kuningan senilai Rp5 miliar. Setelah mendapatkan penjelasan, akhirnya semua anggota banggar pun mengerti. “Kalau soal catatan gubernur kan itu hasil evaluasi. Nah, tugas dewan meminta agar TAPD memperbaikinya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan juga catatan gubernur,” ucapnya. Saran dan rekomendasi itu dilaksanakan pada rapat banggar. Dia meminta hal itu dilakukan jangan sampai menimbulkan persoalan di kemudian hari. Perbaikan dimaksud berarti ada pengurangan-pengurangan terhadap kegiatan yang dinilai kurang efisien. Saat ditanya tentang belanja hibah untuk ormas, Rana menyebutkan, semua organisasi yang mendapatkan bantuan itu merupakan organisasi yang terdaftar di kesbanglinmas. Dia juga membahas tentang adanya program ‘Ngawangkong’ yang digelar pemda dengan menghadirkan sejumlah organisasi. “Nah, eksistensi organisasi yang diundang juga kan harus berjalan dong. Sehingga muncullah bantuan anggaran di APBD,” kata Rana. Adanya pengalokasian dana untuk Alumni GMNI, Rana membantah karena unsur kedekatan. Meskipun dirinya menjabat ketua organisasi alumni tersebut, namun awalnya ia mengira hanya sebuah bentuk perhatian saja. “Masa mengawasi Rp10 juta. Sudah saja Rp100 juta sekalian,” ujar politisi PDIP tersebut. Kalau sekarang bantuan untuk Alumni GMNI dicoret, Rana berasumsi bahwa mereka tidak membutuhkan. Meski dirinya menyayangkan pencoretan, namun hal itu baginya tidak menjadi masalah. Hanya yang perlu diketahui, kata Rana, bahwa segala dana APBD harus dipertanggungjawabkan. Ketika Alumni GMNI mendapatkan bantuan dana, maka harus disiapkan laporan penggunaannya nanti. Adapun adanya alumni ormas lain yang tidak mendapatkan bantuan, ia memungkinkan karena belum terdaftar di kesbanglinmas. “Saya kira semua organisasi apa pun berhak mendapatkan bantuan. Selama pemdanya mampu dan selama anggaran itu ada, kenapa enggak dibantu. Organisasi kan sebuah wadah berkumpulnya masyarakat yang melakukan pemberdayaan masyarakat,” tukasnya. (ded)
Dewan Minta APBD Direvisi
Sabtu 08-02-2014,09:43 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 25-07-2026,14:09 WIB
Kebakaran Pabrik Triplek di Kuningan, Bahan Baku Kayu dan 15 Bangunan Ludes
Sabtu 25-07-2026,19:50 WIB
5 Mobil Bekas Harga 50 Juta di Tahun 2026 yang Masih Layak Dibeli, Cocok untuk Keluarga Muda
Sabtu 25-07-2026,21:57 WIB
Persib Kalahkan Arema FC, Maung Bandung Pimpin Grup A Piala Presiden 2026
Minggu 26-07-2026,05:28 WIB
Toyota Innova Punya Saingan Serius, Ini 5 Mobil Bekas dengan Fitur Premium Kabin Lega & Harga Lebih Bersahabat
Sabtu 25-07-2026,13:31 WIB
APPSI Cirebon Minta Kebijakan Retribusi Pasar Dikaji Ulang, Daya Saing Pedagang Jadi Sorotan
Terkini
Minggu 26-07-2026,12:32 WIB
Cari SUV Toyota Murah Ini 7 Fortuner Bekas Rp100 Jutaan yang Masih Gagah, Tangguh, Nyaman dan Siap Harian
Minggu 26-07-2026,12:00 WIB
Rekomendasi 5 Tablet untuk Mahasiswa: Punya Baterai Awet, Layar Luas, dan Performanya Ngebut!
Minggu 26-07-2026,11:29 WIB
12 Pemain Naturalisasi Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Justin Hubner Masih Jadi Teka-Teki Besar
Minggu 26-07-2026,11:09 WIB
Perumda Pasar Punya Direktur Baru, Nama Sudah Ada di Surat Walikota
Minggu 26-07-2026,10:26 WIB