CINIRU- Setelah dilakukan pemetaan terhadap radius 200 meter dari titik lokasi yang terkena flu burung, kemarin (12/2) tim medis dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan Unpad melakukan pengambilan sampel darah dari beberapa warga di Dusun Buyut Saur Desa/Kecamatan Ciniru. Pengambilan darah warga dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana penyebaran virus tersebut kepada manusia. Hasil tes darah menunggu dari lab di Bandung. Sebab, di Kuningan belum ada lab khusus. Pengambilan contoh darah ini bukan hanya kepentingan untuk Kuningan, namun juga untuk medis. “Pengambilan sampel darah ini bukan hanya untuk mengetahui apakah warga terinfeski atau tidak? Tapi ada hal yang penting, yakni kepentingan medis. Sebab, program pengambilan sampel darah ke manusia baru dilakukan pada November 2013,” beber Kadis DP3 (Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan) Kuningan Ir Bunbun Bundhiyasa kepada Radar, Selasa (12/2). Bubun menyebutkan, nanti akan diketahui apakah ada penyebaran dari hewan ke manusia ataupun dari manusia ke manusia. Ini yang akan dipelajari tim medis. Sehingga penelitian tersebut sangat penting dilakukan. Dengan pengambilan sampel dan diketahui penyebarannya mungkin akan diambil formula atau vaksin untuk penyebaran dari manusia ke manusia. Mengenai kapan hasilnya akan dipublikasikan hal tersebut menjadi kewenangan tim medis dari provinsi. Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP3) Kuningan Suhyana menambahkan, program pengambilan sampel darah warga dilakukan di berapa tempat, terutama yang sudah terkana wabah flu burung. Ia juga menyebutkan, pada kesempatan itu tim dari DP3 juga kembali mengambil sampel darah dari enam ayam milik warga. “Kami besok juga masih akan datang ke sini karena belum beres. Sebab, selama belum dinyatakan bersih akan terus dipantau,” jelasnya. Dikatakannya, virus flu burung atau H5N1 pertama kali menyebar ke Kuningan pada tahun 2006 dan hingga saat ini belum ada kasus menyerang ke manusia. Setiap tahun selalu ada saja desa yang terkena wabah flu burung. Tahun 2013, ada enam kasus di enam kecamatan di Kuningan. Ia berharap, pada tahun ini wabah flu burung tidak sebanyak seperti tahun lalu. “Untuk penyebaran desa kami tidak bisa memprediksi, karena namanya virus bisa hinggap di mana saja,” jelas dia. Terpisah, Kades Ciniru Din Samsudin mengatakan, kasus yang terjadi di desanya merupakan yang pertama. Kalau hanya sekadar terserang tetelo atau yang juga dikenal dengan penyakit newcastle di desanya sudah pernah terjadi. (mus)
Tim Medis Ambil Sampel Darah Warga
Kamis 13-02-2014,10:12 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 26-07-2026,05:28 WIB
Toyota Innova Punya Saingan Serius, Ini 5 Mobil Bekas dengan Fitur Premium Kabin Lega & Harga Lebih Bersahabat
Sabtu 25-07-2026,21:57 WIB
Persib Kalahkan Arema FC, Maung Bandung Pimpin Grup A Piala Presiden 2026
Sabtu 25-07-2026,21:16 WIB
Ramalan Shio Pembawa Hoki 25 dan 26 Juli 2026, Apakah Shiomu Masuk Daftar Paling Beruntung?
Sabtu 25-07-2026,21:46 WIB
Hasil Persib Bandung VS Arema FC Piala Presiden 2026 Tuntas 1-0, Gol Cantik dan Debut Apik Igor Tolic
Sabtu 25-07-2026,21:39 WIB
Shio Pembawa Hoki 25 dan 26 Juli 2026, Siap-Siap! Lima Shio Ini Berpotensi Ketiban Keberuntungan
Terkini
Minggu 26-07-2026,20:12 WIB
300 Lebih Peserta Ambil Bagian di Turnamen Padel Surya Open 2026, Terbesar di Cirebon
Minggu 26-07-2026,20:00 WIB
Asah Mental Jelang Porprov Jabar 2026, Atlet Tenis Meja Kabupaten Cirebon Tempur di Turnamen GCM
Minggu 26-07-2026,19:30 WIB
Piknik Bakulan Aston Cirebon, Sensasi Kuliner dan Rekreasi di Hamparan Hijau yang Asri
Minggu 26-07-2026,19:00 WIB
Bukan Asli, Wajah Gajah Mada Ternyata Hasil Rekayasa, Demi Propaganda Kemerdekaan
Minggu 26-07-2026,18:30 WIB