KUNINGAN – Penilaian buruknya kualitas bangunan panti rehabilitasi narkoba di Palutungan Cisantana Cigugur seolah kurang direspons oleh wakil rakyat. Komisi C sebagai komisi yang membidangi mengaku belum melakukan peninjauan, terlebih membahasnya. Padahal kabar menyangkut kerusakan gedung telah mencuat sejak lama. Ketua Komisi C DPRD Nuzul Rachdy SE misalnya, kala dikonfirmasi Radar kemarin (12/2) mengaku belum melakukan peninjauan ke lokasi. Politisi asal PDIP ini bahkan tidak mengetahui pagu anggaran beserta pemborong yang mengerjakan pembangunan tersebut. Kepada wartawan justru dirinya meminta informasi. “Belum meninjau. Tolong saya kasih informasi. Pemborongnya siapa?,” tanya Zul, sapaan akrabnya. Berita tentang kerusakan bangunan, yang Rabu (11/2) dimuat di koran pun, dirinya mengaku belum membaca. “Saya belum baca,” ujarnya. Sama halnya dengan Wakil Ketua Komisi C, Pusantara Trikordianto. Ia pun mengaku belum melakukan pembahasan menyangkut kerusakan bangunan panti rehab. Politisi asal Demokrat ini mengatakan, harus melakukan sidak dulu ke lokasi sebelum membahasnya. “Kami belum sidak. Nanti kami mau sidak dulu. Jadi untuk saat ini saya belum bisa berkomentar, karena belum tahu kondisi persisnya seperti apa,” kata Pusantara. Dia juga ternyata baru mengetahui jika gedung tersebut akan segera dioperasikan. Untuk menyeriusi permasalahan itu, kata Pusantara, kemungkinan nanti setelah kegiatan reses anggota dewan berakhir. “Mungkin nanti setelah reses baru kita lakukan sidak dan membahasnya. Karena sampai saat ini untuk konfirmasi ke kepala BNN pun belum,” ungkapnya. Terpisah, seorang pengamat sosial politik Muhajir Affandi SIKom merasa prihatin atas kepekaan anggota dewan. Proyek-proyek pemerintah yang dinilai berkualitas rendah seolah tidak dihiraukan. Padahal dana yang dipergunakan untuk membangunnya berasal dari uang rakyat. “Kepekaan sosial komisi terkait ternyata kami nilai rendah. Mungkin sekarang ini terlalu disibukkan dengan kegiatan sosialisasi. Padahal penyikapan terhadap gedung yang dibangun oleh uang rakyat, lebih penting,” kata Muhajir. Sebagai orang yang memiliki fungsi budgeting, mestinya anggota dewan tahu persis terhadap berbagai hal menyangkut proyek pemerintahan. Terutama nominal anggaran yang dipergunakan untuk membangunnya. “Bahkan wakil rakyat yang peka itu biasanya tahu siapa pemborongnya, kapan pelaksanaannya, dan lain sebagainya. Apalagi komisi yang membidangi, karena merupakan mitra kerja dari SKPD terkait,” ucapnya. Sebagai pemerhati, Muhajir meminta agar pengoperasian panti rehab ditunda. Sebab dikhawatirkan nanti menimbulkan persoalan baru jika bangunan belum diperbaiki. Pihak pemborong harus dimintai pertanggungjawaban, terlebih SKPD yang membidanginya. “Jangan sampai terjadi pasien pascarehab nanti terkena bahaya dari bangunan yang kurang berkualitas. Selain itu, buruknya kualitas bangunan agar jangan sampai terulang di kemudian hari. Mau sampai kapan seperti itu melulu? Malu sama rakyat dong,” tukasnya. (ded)
Komisi C Dinilai Tidak Peka
Kamis 13-02-2014,10:29 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 06-06-2026,09:05 WIB
Harga Motor Listrik Honda Terbaru 2026: Daftar Model, Spesifikasi, dan Keunggulannya
Sabtu 06-06-2026,11:34 WIB
Kejari Kuningan Data dan Awasi MBG, SPPG Cirebon Tetap Berjalan Lancar
Sabtu 06-06-2026,21:00 WIB
Resmi Diluncurkan Kembali, PSGJ Siap Kembalikan Kejayaan Sepak Bola Kabupaten Cirebon
Sabtu 06-06-2026,13:31 WIB
Balita 2 Tahun Diduga Ditinggal Orang Tua di Masjid Gebangkulon, Warga Menanti Keluarga Datang
Sabtu 06-06-2026,10:00 WIB
Akses Antar Desa Rusak, Warga Kuningan Utara Dorong Tambahan Anggaran Infrastruktur
Terkini
Minggu 07-06-2026,06:00 WIB
WNI Berpotensi Bebas Visa ke Rusia, Negosiasi Sudah Berjalan
Minggu 07-06-2026,05:02 WIB
Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P9 di Kualifikasi, Siap Berburu Poin
Minggu 07-06-2026,04:02 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Buka Suara soal Rumor Pengunduran Diri: Saya Tetap Bekerja
Minggu 07-06-2026,02:00 WIB
Teken Kesepakatan Baru TPPAS Legok Nangka, KDM Siapkan Solusi Sampah Modern untuk Jabar
Sabtu 06-06-2026,22:01 WIB