KUNINGAN – Para ketua parpol yang muncul di stasiun televisi nasional tiap hari jadi sorotan anggota DPR RI, Ir H Chandra Tirtawijaya. Politikus PAN ini menilai, para pemilik media seenaknya menayangkan iklan kampanye politiknya. Untuk itu dirinya meminta agar KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) mencabut izin stasiun TV tersebut. Kepada Radar, caleg incumbent bernomor urut satu dari dapil Jabar X itu mengaku sempat melontarkan pernyataannya dalam RDP (rapat dengar pendapat) Komisi I dengan KPI tempo hari. Dengan lontaran itu, paling tidak menjadi wacana dan bahan penilaian sejumlah kalangan dan masyarakat umum. “Jujur saya tidak ingin basa-basi. Semua pasti mengerti apa yang saya maksudkan. Untuk itu saya meminta agar izin beberapa stasiun televisi nasional yang terus menayangkan iklan kampanye politik partainya sendiri, agar dicabut,” tandas Chandra, kemarin (14/2). Sebagai salah satu anggota legislatif level pusat, Chandra tidak ingin terjadi pembodohan masyarakat. Terlebih media televisi kini sudah masuk ke tiap rumah penduduk Indonesia. Dengan pernyataannya itu di RDP, pihaknya berharap menjadi wacana, sehingga publik akan sadar bahwa media bukan sebagai alat pembodohan masyarakat. “Saya merekomendasikan itu dalam RDP. Karena itu pembodohan dan harus diwacanakan. Kalau KPI masih ragu, itu pertanda tidak bertanggung jawab,” ucapnya. Ia mengamati adanya ketua parpol pemilik media yang tiba-tiba menjadi artis sinetron. Belum lagi iklan politik yang ditayangkan secara terus menerus. Padahal mesti diingat bahwa, frekuensi jaringan itu menjadi hak publik. Bukan hanya untuk kepentingan golongan tertentu. “Mereka membutuhkan informasi yang adil. Masyarakat juga punya hak untuk mememperoleh keseimbangan. Jangan sampai mereka dibodohi oleh tayangan-tayangan televisi,” pintanya. Jika kondisi seperti sekarang dibiarkan, maka dapat berakibat pada pembodohan masyarakat. Selain itu, berakibat pula pada bangkrutnya partai-partai yang tidak memiliki media. Sebab untuk membayar iklan kampanye politik di stasiun televisi nasional membutuhkan biaya besar. “Bayangkan saja berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai iklan politik. Bagaimana dengan parpol yang biayanya pas-pasan?” kata Chandra seraya membantah bahwa pernyataannya karena cemburu. (ded)
Chandra Kritik Parpol Pemilik TV
Sabtu 15-02-2014,10:47 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,06:40 WIB
7 Mobil Bekas MPV 7 Seater Pas Buat Keluarga, Kabin Lega Performa Bandel, Harga Turun Signifikan
Selasa 28-07-2026,11:09 WIB
Rekomendasi Mobil MPV Bekas 50 Jutaan Paling Laris 2026, Kabin Luas, Muat 7 Penumpang, Cocok untuk Keluarga
Selasa 28-07-2026,03:45 WIB
Hasil Pertandingan Indonesia VS Kamboja Piala AFF 2026, Tim Asuhan John Herdman Raih 3 Poin Penting
Selasa 28-07-2026,04:49 WIB
Tolak Naturalisasi Mentah-mentah, Pascal Struijk Pemain Keturunan Indonesia Tutup Peluang Gabung Timnas
Selasa 28-07-2026,06:39 WIB
Deretan 5 Mobil Bekas MPV 7 Seater Paling Tangguh, Performa 2000cc, Tenaga Gede Torsi Melimpah
Terkini
Selasa 28-07-2026,21:22 WIB
AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Pimpin Polres Cirebon Kota, Siap Perkuat Pelayanan Presisi
Selasa 28-07-2026,21:01 WIB
Videotron Roboh Tewaskan Pengendara di Majalengka, Satreskrim Turun Tangan
Selasa 28-07-2026,20:53 WIB
Festival Milm Kampung Cirebon 2026 Jadi Ruang Kreatif Lestarikan Sejarah dan Identitas Daerah
Selasa 28-07-2026,20:27 WIB
Bupati Imron Ajak Investor Masuk Cirebon, Pasar 2,5 Juta Penduduk Jadi Daya Tarik
Selasa 28-07-2026,20:00 WIB