MAJALENGKA – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Majalengka menjelaskan, honorer kategori II (K2) yang telah lulus testing calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak menutup kemungkinan bisa diverifikasi ulang. Hal itu diungkapkan kepala BKD Drs H Ahmad Sodikin MM. Menurut Diki, manakala ada data yang diketahui janggal serta tidak sesuai dan keberatan maka bukan tidak mungkin yang bersangkutan akan dicoret. Namun, verifikasi ini tidak sekonyong-konyong pihaknya langsung memverifikasi mengingat perlu bukti yang cukup kuat dan benar. “Kalau memang temuan itu didasari dengan bukti yang cukup akurat bukan tidak mungkin kami akan klarifikasi dan bisa dicoret dari database,” jelasnya. Kaitan dengan tudingan kacaunya data base yang terus disuarakan oleh honorer K2 yang namanya tidak tercantum dalam hasil pengumuman belum lama ini, pihaknya mengklaim kalau database yang sudah diumumkan tersebut sudah berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sejak proses awal. Bahkan pada saat sebelum testing juga sudah diumumkan. Menurutnya, manakala ada data yang janggal serta tidak sesuai hingga keberatan, mestinya sejak dulu diadukan. Sebab, sampai saat ini BKD Majalengka belum menerima pengaduan kejanggalan dari database itu. “Kami tidak main-main, karena waktu pengangkatan kategori I (K1) sebelumnya juga terdapat dua orang yang diadukan kaitan dengan kevalidan data. Setelah kami klarifikasi dan ternyata benar, maka yang bersangkutan dicoret dari data base tersebut,” tuturnya. Karena itu, Pemkab Majalengka melalui BKD menyadari sebagian besar honorer K2 yang dinyatakan tidak lulus merasa sangat kecewa dan memprotes tentang kevalidan data base. Oleh sebab itu, jika masyarakat benar-benar memiliki data yang sangat valid dan benar tentang temuan kejanggalan itu segera untuk melaporkan kepada pihaknya. Pemda juga telah memperjuangkan aspirasi mereka yang disampaikan oleh mereka melalui tuntutan sebelumnya. Hanya saja, pihaknya kembali menegaskan jika kewenangan itu tetap merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. (ono)
Honorer yang Lulus Bisa Diverifikasi
Senin 17-02-2014,09:02 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 02-10-2026,06:15 WIB
Surat Terbuka, Malaysia vs Singapura Dicurigai, FIFA Diminta Menyelidiki
Jumat 02-10-2026,08:34 WIB
Bukan Curang! Kronologi Timnas Indonesia VS Bangladesh yang Dapat Tambahan Injury Time dari 2 Sampai 7 Menit
Jumat 02-10-2026,10:07 WIB
Malaysia Belum Puas, FAM Ngadu ke FIFA soal Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh
Jumat 02-10-2026,07:26 WIB
Jujur Janggal? Sekjen PSSI Sebut Ada Konspirasi Dibalik Hasil Malaysia VS Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
Jumat 02-10-2026,12:00 WIB
Nasabah CSI Mulai Dihimpun Lagi, Ada Dana Lebih dari Rp20 Miliar yang Dipersoalkan
Terkini
Jumat 02-10-2026,21:00 WIB
AI SIRT Segera Hadir, PANDI Siapkan Pusat Respons Insiden dan Abuse Teknologi AI
Jumat 02-10-2026,20:35 WIB
Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia, FAM Minta Maaf, Diungkit Kembali Suporter Indonesia
Jumat 02-10-2026,20:02 WIB
Sampah Menumpuk Lebih dari 100 Meter, Sungai Singaraja Cirebon Akhirnya Dibersihkan
Jumat 02-10-2026,19:31 WIB
PWI Jabar Dilantik, Dedi Mulyadi Soroti Independensi Pers dan Fungsi Kontrol Pemerintah
Jumat 02-10-2026,19:27 WIB