*Kebutuhan PNS Capai 19 Ribu untuk Mengisi yang Pensiun MAJALENGKA – Bupati Majalengka H Sutrisno SE MSi geram dengan sejumlah informasi terkait dugaan tidak validnya database honorer kategori II (K2) yang telah diumumkan beberapa waktu lalu. Menurutnya, tentang hasil kelulusan K2 merupakan keputusan berdasarkan dari hasil ujian atau testing. Pihaknya menyadari bahwa kesempatan menjadi PNS tentunya sangat diprioritaskan oleh masyarakat di Kabupaten Majalengka. Hal ini seiring munculnya demo yang dilakukan oleh ratusan honorer K2 yang namanya dinyatakan tidak tercantum dalam daftar pengumuman. “Kita harus bisa mencermati melalui dampak yang positif. Kami tegaskan bahwa itu merupakan hasil pengumuman dari pemerintah pusat dan tidak ada permainan. Manakala dinilai ada yang tidak benar, tolong segera dilaporkan,” tegasnya, kemarin (17/2). Sutrisno menegaskan, dirinya meminta kepada seluruh honorer K2 yang namanya tidak tercantum dalam hasil rilis pengumuman tersebut agar tidak diintervensi oleh sejumlah oknum maupun lembaga independen. Jangan sampai dipermainkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Disebutkan Sutrisno, kebutuhan PNS di lingkungan Pemkab Majalengka sejatinya diangka 19 ribu orang. Hal ini tentunya seiring dengan kondisi sejumlah PNS yang setiap tahun terus memasuki masa pensiun. Tentunya ini menjadi persoalan bagi BKD yang jangan berpikir secara normatif. BKD juga diharapkan dapat menempatkan para PNS harus sesuai kebutuhan serta menggunakan pola penempatan kepegawaian. “Karenanya, dari prioritas bagi masyarakat di Majalengka tentunya harus dibedah untuk menguji kelayakan. Supaya ada keseimbangan karena Majalengka tengah menjadi kawasan industri yang harus mampu terserap tenaga kerja di atas 7 ribu orang,” katanya. Sementara itu, Kepala BKD Majalengka Drs H Ahmad Sodikin MM mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan maupun pengaduan terkait kejanggalan dari database. Mestinya, pengaduan terkait munculnya data yang tidak sesuai itu dilakukan sejak dulu. Sebab, pihaknya kembali menegaskan bahwa BKD menyambut baik terhadap siapa saja yang akan melaporkan dugaan-dugaan tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa jika yang diadukan adalah benar ditambahkan bukti yang cukup kuat, maka yang bersangkutan akan dicoret. Pasalnya, ribuan honorer K2 yang sudah masuk dan berhak mengikuti testing CPNS ini berdasarkan hasil verifikasi data yang dilakukan sebelumnya. (ono)
Database Janggal, Segera Laporkan
Selasa 18-02-2014,12:06 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Jumat 13-03-2026,22:00 WIB
Mudik Gratis Jabar 2026 Resmi Diberangkatkan, 74 Bus Antar 3.000 Pemudik
Jumat 13-03-2026,21:07 WIB
Jelang Idulfitri, Polres Cirebon Kota Gelar GPM untuk Warga
Sabtu 14-03-2026,03:31 WIB
Jelang Mudik Lebaran 2026, Polres Cirebon Kota Ingatkan Warga Waspada Pencurian Rumah Kosong
Terkini
Sabtu 14-03-2026,20:02 WIB
Heboh! Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Trotoar Lampu Merah Rajawali Cirebon
Sabtu 14-03-2026,20:01 WIB
Dibalik Safari Ramadan KDM di Kuningan, Puluhan Jamaah Jadi Korban Pencopetan
Sabtu 14-03-2026,19:00 WIB
Pemain Sinetron 'Istiqomah Cinta' Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Panti Asuhan
Sabtu 14-03-2026,18:03 WIB
Mau Rezeki Datang Terus? Coba Pakai Warna yang Satu Ini
Sabtu 14-03-2026,17:31 WIB