Kades Kertawinangun Bagikan Motor Inventaris untuk Perangkat Desa

Jumat 21-02-2014,08:37 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan

KERTAJATI – Pemerintah Desa (Pemdes) Kertawinangun, Kecamatan Kertajati memiliki terobosan baru dibidang pemerintahan. Pasalnya, secara fantastis Kepala Desa (Kades) H Iman Suherman memberikan kendaraan inventaris berupa sepeda motor untuk seluruh perangkat desanya. Hal ini mungkin baru pertama kali ada di Kabupaten Majalengka, bahkan bisa jadi Indonesia. Kades H Iman Suherman menyebutkan, ada sebanyak 12 unit motor Verza masing-masing 9 untuk perangkat desa dan 3 unit lainnya untuk kepala dusun (kadus). Pemberian kendaraan inventaris tersebut guna lebih meningkatkan kinerja perangkatnya. Tujuan diberikan kendaraan operasional ini yakni untuk mendorong serta memotivasi kepada perangkat desa dalam hal kerja dan memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. “Demi mendukung kelangsungan tugas di lapangan bagi pelayanan masyarakat, kami berikan operasional ini. Diharapkan, dengan adanya kendaraan tersebut tugas serta peran perangkat desa lebih memompa semangat kerja,” ujarnya, Kamis (20/2). Iman menegaskan, anggaran yang digelontorkan untuk kendaraan operasional tersebut hasil dana dari kantong pribadinya. Gebrakan ini tentunya harus menjadi kemajuan desa serta menyejahterakan masyarakat. Di antaranya, menggratiskan raskin bagi masyarakat. Pasalnya, selama ini, kata Iman yang juga ketua umum Banasphati Kabupaten Majalengka, masyarakat masih harus membayar uang untuk raskin. “Sekarang kami juga sedang membuat terobosan baru seperti uang raskin akan digratiskan dan masyarakat tidak harus membayar lagi. Karena nantinya akan ditangani dari kas desa,” tegasnya. Selain itu, upaya yang sudah dilakukan pihaknya yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Desa Kertawinangun tahun anggaran 2014 sebesar Rp74 juta tersebut diklaim sudah lunas. Kemudian dibidang pertanian, pihaknya juga akan memberikan peluang kepada ketua RT dan keamanan desa (hansip) agar bisa mengelola tanah bengkok tanpa harus membayar atau stor ke kas desa. Bidang infrastruktur seperti jalan juga tengah digagas agar seluruh jalan di setiap blok atau gang akan dihotmix. Penataan lingkungan ini sebagai akses masyarakatnya dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Sebab, tanpa didukung dengan infrastruktur yang baik, suatu desa tidak akan berkembang karena secara riil tidak dirasakan oleh masyarakat. “Terobosan-terobosan ini diharapkan dapat memotivasi bagi seluruh desa di Kabupaten Majalengka. Siapa lagi kalau bukan kita yang membuat gebrakan sendiri, dan tentunya akan membuat tonggak pemerintahan yang bersentuh secara langsung dengan masyarakat ini mampu melayani kepada warganya dengan baik,” pungkasnya. (ono/adv)

Tags :
Kategori :

Terkait