SUMBERJAYA – Pelaksanaan pembangunan pabrik tekstil PT Bintang Baru Indonesia (BBI) di Desa Lojikobong Kecamatan Sumberjaya disoal. Pasalnya, pembangunan tembok pabrik tersebut menyerobot status lahan PT Pertamina (Persero). Hal tersebut diketahui setelah pihak Pemdes Lojikobong bersama Pemerintah Kecamatan Sumberjaya menyurvei ke lokasi pembangunan. Dari hasil pembangunan, PT BBI malah tidak sesuai dengan site play yang sudah disepakati awal. Kepala Desa Lojikobong Eman mengakui pihak pelaksana pembangunan pabrik tekstil di wilayahnya tidak ada koordinasi dengan pemdes setempat. Sebab, pihak pelaksana malah tidak melaksanakan pemasangan sesuai patok pembatas. “Dari depan memang benar, tapi makin ke belakang malah semakin melebar dan melenceng dari pembatas patok pertamina,” jelasnya, kemarin. Terkait hal tersebut, kata Eman, pihak Pertamina sudah menegaskan bahwa pembangunan tembok pembatas pabrik tersebut secepatnya harus dibongkar. Padahal, pihaknya juga sudah memberikan instruksi kepada pihak pelaksana pabrik agar seharusnya mengikuti patok yang sudah ditetapkan. Dari tanah milik Pertamina yang terkena pembangunan pabrik tersebut yakni lebar 0,5 sampai satu meter dengan panjang hampir 25 meter. “Ini mah malah mengikuti tanggul yang berada persis di sebelah bangunan tembok atau sebelah utara. Pertamina juga sudah meninjau ke lokasi ini dan meminta harus secepatnya dibongkar ulang,” tuturnya. Sementara itu, Camat Sumberjaya Drs Yoyo mengimbau kepada pihak PT BBI agar secepatnya membongkar senderan yang masih dalam tahap pembangunan tersebut. Sebab, hal ini memang sudah melenceng dari ukuran semula. Solusinya, kata Yoyo, pihak pabrik harus secepatnya membongkar kembali material sesuai dengan tanah peruntukkannya. “Pertamina kan sudah memberikan solusi seperti ini. Ya segera harus dibongkar ulang. Jangan menunggu karena ini memang sudah melebihi batas peruntukkan lahan pembangunan,” imbaunya. Pengawas PT BBI Beni mengakui pihaknya mengklaim tidak mengetahui secara pasti pembangunan pabrik seluas 3,6 meter tersebut. Sebab, para pekerja mengklaim bahwa pembangunan tersebut sudah sesui rencana. “Dari target pembangunan selesai sampai enam bulan ini memang terdapat persoalan. Seperti tanah milik PT Pertamina yang sebagian terkena. Tapi kami tidak mengetahui pasti apakah memang ini melenceng dari patok karena kami mengira sudah lurus,” tambahnya. (ono)
Pembangunan Pabrik Tekstil PT BBI Disoal
Jumat 21-02-2014,09:08 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 26-07-2026,05:28 WIB
Toyota Innova Punya Saingan Serius, Ini 5 Mobil Bekas dengan Fitur Premium Kabin Lega & Harga Lebih Bersahabat
Minggu 26-07-2026,16:24 WIB
Daftar Mobil Bekas 50 Juta Terbaru Tahun 2026, Mesin Bandel, Cocok untuk Harian hingga Keluarga Kecil
Minggu 26-07-2026,02:14 WIB
Retreat Kades di Kuningan: Kanit Tipidkor Polres Bongkar Celah Rawan Korupsi
Minggu 26-07-2026,12:32 WIB
Cari SUV Toyota Murah Ini 7 Fortuner Bekas Rp100 Jutaan yang Masih Gagah, Tangguh, Nyaman dan Siap Harian
Minggu 26-07-2026,08:37 WIB
Ramah di Kantong dan Punya Jaringan Servis Luas, Ini 5 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Masih Bagus Layak Beli
Terkini
Minggu 26-07-2026,23:16 WIB
Terkuak! Begini Kronologi Kematian Sutrimo, Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie
Minggu 26-07-2026,22:00 WIB
Update! HP Rp2-3 Jutaan Tahun 2026 Makin Gahar, Ada yang Layar 144Hz dan Baterai 7.000mAh
Minggu 26-07-2026,21:00 WIB
Ngeri! 104 Orang Tewas, 378 Pengendara Masih Nekat Langgar Aturan di Cirebon Timur
Minggu 26-07-2026,20:12 WIB
300 Lebih Peserta Ambil Bagian di Turnamen Padel Surya Open 2026, Terbesar di Cirebon
Minggu 26-07-2026,20:00 WIB